Menerima Pembuatan TESIS-SKRIPSI-PKP UT, Silahkan Baca Cara Pemesanan di bawah ini

Lencana Facebook

banner image

Selasa, 22 Oktober 2013

PTK PKN METODE KARYA WISATA KELAS IV MATERI STRUKTUR PEMERINTAHAN DESA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Metode pembelajaran karya wisata adalah   metode  dalam  pembelajaran  dengan  mengajak siswa  ke  luar  sekolah  untuk  meninjau  tempat  tertentu  atau  obyek  yang mengandung nlai pembelajaran. Metode pembelajaran di luar kelas dirancang  untuk  mendorong  peserta  didik  melakukan penyelidikan,  berfikir  kritis,  mengembangkan  berbagai  keterampilan  dan melakukan penerapan materi pelajaran di luar kelas. Kegiatan di luar kelas merupakan kegiatan berpergian bersama-sama  untuk  memperluas  pengetahuan.
Pendidikan  PKn  yang  diterapkan  di  sekolah  seringkali  berkesan  kurang  menarik bahkan  membosankan.  Pembelajaran  PKn  dirasakan  siswa  hanyalah  mengulangi  hal-hal yang  sama  dari  TK,  Sekolah  Dasar,  sampai  tingkat  pendidikan  menengah.  Metode  serta teknik mengajarnya juga kurang menarik.  Pembelajaran PKn di SD jika hanya disampaikan melalui ceramah akan sulit diterima oleh  siswa  dan  membosankan.  Dalam  hal  ini  diperlukan  oleh  seorang  guru  untuk mempertimbangkan  metode  pembelajaran  lain  yang  efektif  dan  tepat.  Pengalaman  yang diperoleh  oleh  siswa  dan  hasil  pemberitahuan  orang  lain  seperti  hasil  penuturan  guru hanya akan mampir sesaat untuk diingat dan setelah itu dilupakan. Oleh karena itu, dalam konteks kurikulum  yang  berlaku saat ini di SD membelajarkan siswa tidak cukup hanya dengan  memberitahukan  akan  tetapi  mendorong  siswa  untuk  melakukan  suatu  proses melalui berbagai aktivitas yang dapat mendukung terhadap pencapaian kompetensi.
Metode  pembelajaran  dalam  pendidikan  PKn  secara  teoritis  sebenarnya  dapat  dipilih dari sekian banyak metode pembelajaran  yang tersedia. Para  guru hendaknya mempunyai kemampuan  di  dalam  memilih  metode  yang  tepat  untuk  setiap  pokok  bahasan.  Selain  itu pembelajaran  PKn  juga  dapat  menggunakan  media  pengajaran  yang  bermacam-macam diantaranya  menampilkan  gambar,  film,  peta  dan  lainnya  untuk  menambah  pemahaman terhadap data visual.
Paradigma  baru  pendidikan  PKn  menghendaki  dilakukan  inovasi  yang  terintegrasi dan  berkesinambungan.  Salah  satu  wujudnya  adalah  inovasi  yang  dilakukan  guru  dalam kegiatan  pembelajaran  di  kelas.  Kebiasaan  guru  dalam  mengumpulkan  informasi mengenai tingkat pemahaman siswa melalui pertanyaan, observasi, pemberian tugas dan tes  akan  sangat  bermanfaat  dalam  menentukan  tingkat  penguasaan  siswa  dan  dalam evaluasi keefektifan proses pembelajaran. Guru  dituntut  untuk  lebih  kreatif  dalam  menyiapkan  dan  merancang  metode pembelajaran  yang  akan  dilakukannya  seiring  dengan  perkembangan  masyarakat  dan kemajuan  teknologi.  Hal  ini  dilakukan  untuk  mewujudkan  tujuan  nasional  secara  umum dan  tujuan  pendidikan  PKn  pada  khususnya,  yang  pada  prinsipnya  bertujuan  mendidik dan  membimbing  siswa  menjadi  warga  negara  yang  baik,  yang  bertanggung  jawab  baik secara  pribadi,  sosial  atau  masyarakat,  bangsa  dan  negara  bahkan  sebagai  warga  dunia.
Salah  satu  metode  pembelajaran  yang  dapat  mewujudkan  tujuan  tersebut  adalah  metode pembelajaran karya wisata.  Kegiatan  pembelajaran  dengan menerapkan metode pembelajaran karya wisata adalah  membawa  siswa  ke  luar  kelas  dalam  rangka  mempelajari  sumber-sumber belajar  di  luar  kelas  atau  sekolah  dalam  kaitanya  dengan  materi  pelajaran  di sekolah. Kegiatan di luar kelas bukan piknik, akan tetapi memindahkan kelas  untuk  sementara  waktu  keluar  dengan  menggunakan  sumber-sumber lingkungan.  Tempat  yang  dijadikan  sebagai  sumber  belajar tidak harus selalu jauh, pemanfaatan lingkungan terdekat lebih diutamakan. Melalui pengalaman langsung pembelajaran akan lebih bermakna daripada pengalaman  tidak  langsung.  Dengan  kegiatan  di  luar  kelas siswa menjadi lebih dekat dengan lingkungan  yang  cukup memberikan rasa ingin tahu, siswa  bermain  sambil  belajar,  mengamati  fenomena  alam  dan  melaksanakan keterampilan  proses.  kegiatan  di  luar  kelas  dapat memberikan informasi sebagai bahan pelajaran yang lebih aktual sehingga proses belajar  mengajar  dapat  berlangsung  lebih  aktif  dan  dapat  meningkatkan  ranah kognitif, apektif dan psikomotor.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian  di SD Negeri  ........ 03  pada  siswa  kelas  IV.  Hal  ini  dapat  disebabkan  karena  rata-rata  kelas siswa  IV  pada  mata  pelajaran  Pkn  adalah  55,00.  Hal  tersebut  merupakan  nilai  yang tergolong  masih  rendah karena nilai KKM yang ditetapkan adalah 70. 

B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan hal tersebut, peneliti meminta bantuan supervisor, kepala sekolah dan teman sejawat untuk membantu mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil metode pembelajaran karya wisata terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu :
  1. Rendahnya minat belajar siswa
  2. Rendahnya minat siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran
  3. Rendahnya prestasi belajar siswa
  4. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran  PKn yang berdampak pada prestasi belajar siswa.
Melalui refleksi diri, kaji literatur, dan diskusi mengenai permasalahan pembelajaran dengan supervisor, kepala sekolah dan teman sejawat dapat diketahui bahwa faktor penyebab rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran, dan rendahnya minat serta prestasi belajar siswa adalah :
  1. Metode pembelajaran yang diambil tidak tepat
  2. Penjelasan materi terlalu cepat, sehingga kurangnya metode dialog yang interaktif, efektif dan kreatif.
  3. Guru tidak mampu mengembangkan metode dialog yang efektif, aktif dan kreatif.
  4. Guru tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi.
Melihat kondisi tersebut di atas, maka peneliti berusaha untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sehingga prestasi belajar siswa dapat tercapai dengan penerapan metode pembelajaran karya wisata. Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa belajar sehingga tingkat ketuntasan belajar siswa dapat tercapai, memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan  metode pembelajaran karya wisata.
Melihat kenyataan sebagaimana diuraikan di atas,  penulis merasa  perlunya  diadakan perbaikan proses pembelajaran untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dengan melaksanakan kegiatan penelitian  untuk meningkatkan prestasi dan minat belajar dalam pembelajaran PKn materi  struktur pemerintahan organisasi desa di kelas IV  SD  Negeri  ........ 03   Kecamatan ........ Tahun Pelajaran .........

C.    Pembatasan Masalah
Dari berbagai masalah yang telah dikemukakan, permasalahan penelitian ini dibatasi pada peningkatan minat dan prestasi belajar PKn materi struktur pemerintahan desa yang perlu dikaji karena nilai akademis mereka masih berada di bawah KKM sebesar 70.  yang digunakan dalam upaya perbaikan pembelajaran PKn adalah dengan penerapan metode pembelajaran karya wisata. Subjek penelitian adalah siswa SD  Negeri  ........ 03  Tahun Pelajaran ........ sebanyak 28 siswa

D.    Rumusan Masalah
Dari uraian sebagaimana latar belakang di atas, maka yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah  yang diajukan adalah
1.      Apakah penggunaan  metode pembelajaran karya wisata dalam pembelajaran PKn materi  struktur pemerintahan organisasi desa dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas IV  SD  Negeri  ........ 03?
2.      Apakah penggunaan  metode pembelajaran karya wisata dalam pembelajaran PKn materi  struktur pemerintahan organisasi desa dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD  Negeri  ........ 03?

E.     Tujuan Penelitian
Tujuan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan adalah :
  1. Untuk menganalisis dampak penggunaan metode pembelajaran karya wisata terhadap peningkatan minat siswa kelas IV SD  Negeri  ........ 03.
  2. Untuk menganalisis dampak penggunaan  metode pembelajaran karya wisata terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV SD  Negeri  ........ 03.

F.     Manfaat Penelitian
Diharapkan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat memberikan manfaat bagi :
  1. Siswa
a.  Meningkatkan  partisipasi  belajar  siswa  sehingga  informasi yang diperoleh bermakna;
b.  Mengembangkan kreatifitas dan daya nalar siswa
c.   Mengembangkan  kecerdasan  interpersonalnya  karena  bekerja dalam kelompok;
d.  Mengembangkan  kemampuan  komunikasi  verbal  maupun  non verbal;
e.  Meningkatkan prestasi belajar siswa.
  1. Guru
a.  Meningkatkan kualitas pembelajaran;
b.  Meningkatkan  wawasan,  pengetahuan  dan  profesionalisme  guru dalam mengajar;
c.  Meningkatkan interaksi antara guru dan siswa;
d.   Sebagai  satu  bentuk  kepekaan  guru  akan  perbaikan  di  dunia pendidikan  sehingga  menjadi    contoh  dan  stimulus  bagi  guru yang  lain  untuk  melakukan  hal  yang  sama  atau  bahkan melakukan hal yang lebih baik.
  1. Sekolah
a.   Mengembangkan kurikulum di tingkat sekolah dan kelas;
b.  Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah khususnya dalam bidang PKn;
c.  Menjadi  sumbangan  pemikiran  serta  pemrakarsa  dan  dapat dijadikan  bahan  kajian  dan  pengembangan  dalam  penelitian berikutnya  baik  di  sekolah  yang  diteliti  ataupun  sekolah  yang lain. 




Bab 2 - 3- 4- 5-lampiran
menyusul.
Untuk mendapatkan file silahkan klik : Download

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MATERI STRUKTUR BAHAN SISWA



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
Pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung sehingga  siswa  perlu  dibantu  agar  mampu  mengembangkan  sejumlah pengetahuan  yang  menyangkut  cara  kerja  ilmiah  serta  pemahaman  konsep. Pembelajaran  IPA  adalah  cara memberitahu  dan  cara  berbuat  akan membantu  siswa  dalam  memperoleh  pengalaman  yang  mendalam  tentang alam  sekitarnya  dalam  mendudukan  siswa  sebagai  pusat  perhatian  dalam interaksi aktif dengan teman, lingkungan dan nara sumber lainnya.
Metode  yang  dipakai  guru  dalam  mengajar  masih  bersifat  tradisional, seperti metode ceramah dan pemberian tugas. Siswa belajar tergantung pada guru. Guru merupakan satu-satunya sumber belajar. Siswa tidak aktif dalam KBM,  pada  saat  diminta  untuk  menyampaikan  pikiran  atau  gagasan  kemampuan  siswa  berbicara  masih  rendah. Saat  mengerjakan  soal, siswa  selalu  lambat  mengerjakannya  dikarenakan  siswa  tidak memahami materi.  Setiap  siswa  memiliki  buku  paket.  Tugas  yang  dikerjakan  siswa semuanya dari buku paket, walaupun setiap siswa diberi buku paket namun tidak pernah dibaca sebelum ada perintah dari guru.
Kenyataan selama  ini mata  pelajaran  sains  dianggap membosankan dan sulit bagi siswa, sehingga siswa cenderung merasa bosan dan  malas  untuk  belajar  pada  mata  pelajaran  sains. Selain  itu,  pembelajaran IPA  masih  menekankan  pada  tujuan  pengembangan  produk  yang  berupa prestasi akademik siswa. Hal ini berarti baru potensi kecerdasan siswa yang dikedepankan.  Kreativitas siswa  dalam  pembelajaran  belum  dikembangkan seoptimal  mungkin,  sehingga  aktivitas  siswa  belum  optimal  dan pembelajaran  masih  berpusat  pada  guru. Pada  kenyataannya, guru  dalam  melihat  hasil  belajar dititikberatkan  hanya  pada  teorinya  saja,  bersifat  hafalan,  padahal  pembelajaran IPA  harus  selalu  melaksanakan  praktek  atau  percobaan  (eksperimen)  karena pembelajaran IPA identik berhubungan dengan alam dan kejadian sehari-hari dan harus dibuktikan secara real (nyata) walaupun dalam bentuk pelajaran sederhana.
Keberhasilan pembelajaran ditunjukkan dengan dikuasainya materi pembelajaran siswa. Tercapainya tujuan pembelajaran siswa dapat diukur dengan tes hasil pembelajaran atau formatif. Temuan di lapangan, di tempat peneliti bertugas menunjukkan adanya kesenjangan antar harapan dan kenyataan. Pada studi awal pembelajaran IPA materi sifat bahan dengan bahan penyusunnya, hasil dari tes formatif menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan materi yang diajarkan. Ini dapat ditunjukkan hanya enam siswa (31,58%)  dari 19 siswa yang mengikuti tes formatif dapat mencapai tingkat penguasaan materi 70% ke atas atau mendapat nilai di atas KKM sebesar 70.

B.   Identifikasi Masalah
Berdasarkan hal tersebut, peneliti meminta bantuan supervisor, kepala sekolah dan teman sejawat untuk membantu mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran yaitu :
  1. Kurangnya motivasi belajar siswa
  2. Siswa kurang menguasai materi pembelajaran
  3. Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran.
  4. Ketidakseriusan siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang kurang memperhatikan penjelasan yang diberikan guru selama proses pembelajaran berlangsung.
  5. Pengaturan posisi duduk siswa kurang sesuai sehingga persebaran siswa yang pandai dan tidak masih belum merata.
  6. Keaktifan  siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran kurang sesuai dengan harapan.
  7. Kreativitas siswa untuk menanyakan sesuatu kepada guru sama sekali tidak muncul.
  8. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan pada saat proses mempelajari materi ajar, dan ini telah menyebabkan tidak tuntas belajar karena kekurangtepatan pemilihan metode pembelajaran
Untuk mengetahui masalah yang sedang terjadi, peneliti melakukan anlisis masalah dan menempuh refleksi terhadap kinerja yang telah dilakukan, mengkaji literatur, serta diskusi dengan supervisor dan teman sejawat. Hasil analisis masalah yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa yang menjadi faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa dan aktivitas pembelajaran kurang kondusif adalah sebagai berikut :
1.      Model pembelajaran yang diambil tidak tepat, sehingga guru tidak mampu mengembangkan model dialog yang efektif, aktif dan kreatif.
2.      Guru tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi.
3.      Guru tidak mampu membaca situasi dan kondisi pada saat pembelajaran berlangsung.
4.      Guru kurang mampu memilih dan menggunakan teknik pembelajaran yang tepat
5.      Guru kurang mampu mengelola kelas dan ini berdampak pada proses edukatif yang diharapkan kurang berhasil.
6.      Metode pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan karakteristik siswa.
7.      Pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru tidak kondusif, dalam arti tidak memberikan kesan menyenangkan siswa saat dibelajari materi pembelajaran.
8.      Pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat adalah yang menjadi pemicu perilaku guru saat mempelajari siswa, hingga tidak banyak berbuat sesuatu demi keberhasilannya.
9.      Penjelasan materi terlalu cepat, sehingga kurangnya model dialog yang interaktif, efektif dan kreatif.
Alternatif pemecahan masalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa  adalah menggunakan metode eksperimen pada pembelajaran IPA materi sifat bahan dengan bahan penyusunnya. Kondisi ideal yang diharapkan dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas ini adalah :
1.      Keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA materi sifat bahan dengan bahan penyusunnya meningkat.
2.      Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi sifat bahan dengan bahan penyusunnya meningkat.
Sadar akan hal tersebut agar tidak berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar selanjutnya, dengan refleksi diri dan mendiskusikan dengan teman sejawat peneliti termotivasi untuk melakukan upaya untuk memperbaiki pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas mata pelajaran IPA materi sifat bahan dengan bahan penyusunnya siswa kelas V SD Negeri Jambu 02.

C.   Pembatasan Masalah
Agar  masalah  yang  diteliti  tidak  terlalu  luas  maka  peneliti  memfokuskan  penelitian terhadap objek yang akan diteliti dan mencoba membatasi masalah sebagai  berikut:
1.  Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas V SD Negeri Jambu 02 Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2011/2012.
2.   Penelitian difokuskan pada pembelajaran  IPA materi pokok sifat bahan dengan bahan penyusunnya
3.   Metode pembelajaran  yang dipergunakan  dalam kegiatan penelitian adalah metode eksperimen.

D.   Perumusan Masalah
Dari uraian latar belakang masalah,  maka penulis dapat mengambil perumusan masalah dari penelitian ini adalah :
1.      Bagaimana meningkatkan keaktifan siswa kelas V SD Negeri Jambu 02 dalam pembelajaran IPA materi pokok sifat bahan dengan bahan penyusunnya dengan penerapan metode eksperimen?
2.      Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Jambu 02 dalam pembelajaran IPA materi pokok sifat bahan dengan bahan penyusunnya dengan penerapan metode eksperimen?
E.         Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian tindakan kelas yang penulis lakukan adalah untuk :  
1.      Untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi pokok sifat bahan dengan bahan penyusunnya melalui metode eksperimen.
2.      Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi pokok sifat bahan dengan bahan penyusunnya melalui metode eksperimen
F.          Manfaat Penelitian
Diharapkan penelitian ini juga dapat memberikan manfaat bagi :
1.   Bagi siswa
a.       Meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA.
b.      Memberikan  pengalaman  secara  langsung  bagi  siswa  setelah  dilakukan metode eksperimen sehingga siswa mempunyai pengalaman belajar.
c.       Memotivasi kemauan belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
2.   Bagi guru
a.       Memotivasi  guru  untuk  memilih  dan  menggunakan  alternatif pembelajaran  yang  tepat  dalam  menyampaikan  materi  IPA,  sehingga dapat  memperbaiki  proses  pembelajaran  dan  mengembangkan profesionalisme keguruannya.
b.      Mendorong guru agar lebih kreatif dalam mengelola proses pembelajaran IPA.
3.  Bagi sekolah
a.       Memberikan  kontribusi  yang  positif  bagi  peningkatan  kualitas pembelajaran IPA di sekolah.
b.      Menumbuhkan  suasana  akademis  yang  kondusif  bagi  peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Bab 2 - 3- 4- 5-lampiran menyusul.
Untuk mendapatkan file silahkan klik : Download

PTK IPA Sekolah Dasar materi perubahan sifat benda dengan penerapan metode eksperimen



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan alam (IPA) telah melaju dengan pesatnya. Hal ini erat hubungannya dengan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi memberikan wahana yang memungkinkan IPA berkembang dengan pesat. Perkembangan IPA yang begitu pesat, menggugah para pendidik untuk dapat merancang dan melaksanakan pendidikan yang lebih terarah pada penguasaan konsep IPA, yang dapat menunjang kegiatan sehari-hari dalam masyarakat. Untuk dapat menyesuaikan perkembangan IPA kreatifitas sumber daya manusia merupakan syarat mutlak ditingkatkan. Jalur yang tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui jalur pendidikan.
Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar adalah program untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada siswa serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan IPA secara umum membantu agar siswa memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Memiliki keterampilan untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar maupun menerapkan berbagai konsep IPA untuk menjelaskan gejala-gejala alam yang harus dibuktikan kebenarannya di laboratorium, dengan demikian IPA tidak saja sebagai produk tetapi juga sebagai proses. Untuk itu ada tiga hal yang berkaitan dengan sasaran IPA di Sekolah Dasar adalah sebagai berikut. (1) IPA tidak semata berorientasi kepada hasil tetapi juga proses. (2) Sasaran pembelajaran IPA harus utuh menyeluruh dan (3) pembelajaran IPA akan lebih berarti apabila dilakukan secara berkesinambungan dan melibatkan siswa secara aktif.
Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar bertujuan untuk membekali siswa agar beroleh sikap, pengetahuan, dan keterampilan positif mengenai berbagai hal dan atau peristiwa gejala alamiah sebagaimana tertuang dalam kurikulum yang berlaku. Untuk itu membutuhkan waktu dan proses pengelolaan yang benar-benar bersifat membimbing dan mengarahkan siswa pada suatu pemahaman konsep yang sedang dipelajarinya. Proses pengelolaan ini adalah menjadi tanggung jawab guru yang benar-benar harus disadarinya dengan penuh kesungguhan dan kesanggupan untuk selalu memberikan jalan terbaik kepada siswa agar bisa tiba di tujuan yang diharapkan. Siswa hanyalah subjek atau pelaku belajar, sehingga sangat tidak mungkin mampu melakukan apapun tanpa ada yang membimbing dan mengarahkan pada perbuatan belajar yang dikehendaki. Ini menunjukan betapa sangat dibutuhkannya peran serta guru bagi proses belajar dan untuk hasil belajar siswa di saat mempelajari mata pelajaran ini.
Dalam pembelajaran bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam materi perubahan sifat benda, guru telah berusaha mengajar dengan sebaik-baiknya. Membuat rencana perbaikan, melaksanakan rencana pembelajaran dan melaksanakan evaluasi.
Pada saat pembelajaran berlangsung siswa menyimak dengan baik, walaupun sekali-kali ada yang mencari perhatian dari guru. Ada beberapa anak yang bercakap-cakap dengan teman sebangku. Ada anak yang bermain-main sendiri, kemudian mengganggu teman lain dengan cara mempengaruhi teman lain supaya memperhatikan mainan yang ia ciptakan sendiri. Bahkan ada anak yang menoleh kekanan-kekiri atau bercanda dengan temannya.
Tetapi ketika peneliti menegurnya semua siswa kembali mengikuti pelajaran. Ketika diberi pertanyaan, siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran diam tidak dapat menjawab. Walaupun demikian anak yang tekun tetap dapat menjawab dengan tepat.
Ternyata yang terjadi di kelas tempat peneliti mengajar, hasil belajar siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan. Siswa pasif, tidak berani bertanya, tidak berani menjawab pertanyaan dan hasil yang dicapai renda. Ketika dilakukan studi pendahuluan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi perubahan sifat benda, peneliti menyampaikan pembelajaran dengan metode eksperimen.
Upaya memperbaiki hasil pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada materi perubahan bentuk benda dilakukan peneliti dengan maksud untuk memperbaiki hasil belajar siswa agar mengalami perubahan ke arah yang diharapkan. Untuk itu peneliti perlu mengidentifikasi masalah yang harus ditindaklanjuti melalui penelitian perbaikan ini.
Dalam kegiatan belajar mengajar banyak faktor yang menentukan keberhasilan belajar. Keberhasilan dalam melaksanakan tugas mengajar tentu menjadi harapan semua guru.
1.      Identifikasi Masalah
Pada pembelajaran awal, hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi perubahan sifat benda sangat rendah, yaitu  mencapai 21,74% (5 siswa) dari 23 siswa yang tuntas dalam belajar. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa dalam menguasai materi perubahan bentuk benda  sangat rendah. Hal ini dapat diketahui melalui pengamatan terhadap penguasaan materi siswa
Selain itu motivasi belajar siswa juga merupakan faktor penyebab rendahnya hasil belajar mereka dalam pembelajaran ini. Kemampuan menyelesaiakan tugas pun sangat dirasakan kurang sekali. Hal ini terbukti hanya ada beberapa siswa saja yang dapat menyelesaikan tugas dengan benar. Kondisi seperti ini menunjukkan pelaksanaan pembelajaran dimasa lalu belum berhasil. Atas dasar itu peneliti dapat mengidetifikasi masalah dan dikonsultasikan pada supervisor dan kepala sekolah serta rekan sejawat untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan yang terjadi dalam pembelajaran tersebut. Adapun hasil diskusi, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Dari hasil diskusi terungkap beberapa masalah sebagai berikut :
a.       Siswa tampak ragu-ragu dan bingung saat menjawab pertanyaan guru
b.      Siswa kurang menguasai materi pembelajaran
c.       Siswa kurang aktif dalam pembelajaran
d.      Hasil ulangan Ilmu Pengetahuan Alam yang diperoleh masih sangat rendah.
2.      Analisis Masalah
Dengan melakukan refleksi diri, kaji literatur dan diskusi dengan teman sejawat dapat diketahui bahwa kemungkinan faktor penyebab timbulnya masalah di atas adalah :
a.       Metode pembelajaran kurang menarik siswa
b.      Guru tidak melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran
c.       Guru kurang memotivasi siswa dalam pembelajaran
d.      Guru kurang memberikan soal-soal latihan.
Melihat kondisi awal sebagaimana tersebut di atas, maka peneliti berusaha untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sehingga prestasi belajar siswa dapat tercapai dengan melaksanakan perbaikan pembelajaran.
Adapun prioritas masalah yang menjadi tujuan perbaikan proses pembelajaran adalah :
a.       Memperbaiki proses pelaksanaan  pembelajaran yang akan dilaksanakan  melalui metode eksperimen  pada materi pembelajaran IPA materi perubahan sifat benda.
b.      Upaya pelaksanaan perbaikan pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan   keaktifan dan prestasi belajar  siswa sehingga tingkat ketuntasan belajar dapat tercapai.
Adapun kondisi ideal yang diharapkan adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa sehingga tingkat ketuntasan belajar siswa dapat tercapai, memperbaiki proses dan memberikan  pengalaman nyata kepada siswa  tentang konsep pembelajaran yang diterimanya sehingga proses  pembelajaran dapat berjalan dengan baik serta tercapainya tujuan pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu meningkatnya motivasi, keaktifan dan prestasi belajar siswa.
Upaya yang dilakukan memperbaiki proses pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya akan dilakukan melalui upaya penelitian tindakan kelas dengan metode eksperimen pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi perubahan sifat benda siswa kelas III SD Negeri Cisalak 03 Kecamatan Cimanggu Tahun Pelajaran 2010/2011.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut  :
1.      Apakah melalui penerapan metode eksperimen dapat  meningkatkan keaktifan belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi perubahan sifat benda ?
2.      Apakah melalui penerapan metode eksperimen dapat  meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi perubahan sifat benda?

C.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas, agar memiliki arah yang jelas, maka ditetapkan tujuan sebagai berikut :
  1. Untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi perubahan sifat benda  penerapan metode eksperimen.
  2. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi perubahan sifat benda dengan  penerapan metode eksperimen.

D.    Manfaat Penelitian

Diharapkan penelitian ini juga dapat memberikan manfaat bagi :
  1. Guru
a.       Untuk memperbaiki pembelajaran yang dikeloloanya
b.      Memperbaiki kinerja guru untuk berkembang secara profesional
c.       Meningkatkan aktifitas guru dalam pembelajaran untuk berperan aktif  mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
  1. Siswa
a.       Memperbaiki belajar siswa, agar hasil belajar siswa meningkat
b.      Siswa merasa mendapat perhatian khusus dari guru sehingga minat belajar siswa meningkat
c.       Siswa dapat berperan sebagai peneliti bagi hasil belajarnya sendiri
d.      Untuk memperbaiki pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga hasil belajar siswa dan keaktifan belajar siswa meningkat.
  1. Sekolah
a.       Membantu sekolah untuk berkembang karena adanya peningkatan kemampuan pada diri guru dan pendidikan di sekolah
b.      Meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bagi siswa
c.       Mempunyai kesempatan yang besar untuk berubah secara menyeluruh
d.      Menumbuhkan iklim kerjasama yang kondusif

Bab 2 - 3- 4- 5-lampiran
menyusul.
atau klik pojok kanan atas "CARA MENDAPATKAN FILE" atau klik pojok kanan atas "DOWNLOAD".
pengin cepet.... hub. 081327121707 (sms only)

Senin, 21 Oktober 2013

Zaenal Abidin beraksi di Atas Catwalk

Edisi tambah stress...........

Jumat, 11 Oktober 2013

Meningkatkan Minat Belajar Membaca dan Menulis Huruf Hijaiyah melalui Kolase di Taman Kanak-kanak .................... Tahun Pelajaran .............



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Lembaga pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk pendidikan pra sekolah yang terdapat di jalur pendidikan sekolah (PP No. 27 Tahun 1990). Sebagai lembaga pendidikan pra-sekolah, tugas utamanya adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap perilaku, keterampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi dengan kegiatan belajar yang sesungguhnya di Sekolah Dasar.
PendidikanTaman Kanak-Kanak merupakan salah satu bentuk Pendidikan anak usia dini yaitu anak yang berusia empat sampai dengan enam tahun. Pendidikan TK memiliki peran yang sangat penting untuk mengembangkan kepribadian anak serta mempersiapkan mereka untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Dengan kata lain, Pendidikan usia dini Khususnya TK sangat mengutamakan pendidikan yang berpusat pada anak atau “child centre”. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (2003) pada pasal 1 ayat (14) menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan agar anak memasuki pendidikan lebih lanjut. Tugas utama TK adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap/perilaku, keterampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi dengan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar.
Keterampilan baca-tulis merupakan modal utama bagi murid. Dengan bekal kemampuan baca tulis, murid dapat mempelajari ilmu lain; dapat mengkomunikasikan gagasannya; dan dapat mengekspresikan dirinya. Kegagalan dalam penguasaan keterampilan ini akan mengakibatkan masalah yang fatal, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun untuk menjalani kehidupan sosial kemasyarakatan. Namun, modal utama yang penting ini, masih belum merata dimiliki para murid. Banyak murid yang masih belum dapat membaca dan menulis.
Pembelajaran membaca dan menulis permulaan akan lebih mengena apabila dimulai dari masa kanak-kanak, dengan demikian pengenalan huruf Arab (Hijaiyah) bagi orang Islam merupakan suatu kewajiban., Logikanya mustahil seseorang menguasai ilmu agam Islam kalau dia tidak menguasai huruf hijaiyah baik membaca maupun menulisnya. Sementara itu dalam kenyatan di sekolah sering terjadi keteledoran dalam penguasaan kemampuan menulis huruf hijaiyah ini.
Berdasarkan kondisi awal di  ............................................. yang bersumber dari hasil observasi pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran membaca dan menulis permulaan huruf hijaiyah, minat belajar anak dalam kegiatan membaca dan menulis permulaan huruf hijaiyah masih rendah. Anak baru memasuki pengenalan huruf hijaiyah, beberapa anak belum bisa mengenal perbedaan huruf-huruf hijaiyah. Kegiatan yang selama ini dilakukan untuk meningkatkan minat belajar anak dalam kegiatan menulis permulaan huruf hijaiyah di TK ………………  adalah melalui pemberian tugas seperti kegiatan mewarnai huruf abjad dan membuat huruf mengikuti garis titik (dotline). Dalam mengerjakan tugas yang diberikan anak duduk diam di kursi dengan sangat tertib. Guru memberikan tugas mewarnai huruf dan membuat huruf mengikuti garis titik, anak terkesan hanya mengerjakan tugas dari guru tanpa mengenal bentuk huruf yang diwarnainya. Kegiatan membaca dini belum terlihat pencapaian yang maksimal karena para guru belum menemukan cara yang terbaik untuk meningkatkan minat membaca yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak, agar anak tidak tertekan dalam kegiatan membaca, sehingga anak dapat menyenangi kegiatan membaca.
Berdasarkan kondisi tersebut untuk membuat anak menyenangi kegiatan membaca dan menulis permulaan huruf hijaiyah tanpa membuat anak tertekan maka disepakati bersama untuk meningkatkan minat belajar anak dalam kegiatan membaca dan menulis permulaan huruf hijaiyah di  TK ………………   akan dilaksanakan kegiatan melalui  kolase.
Pemilihan  kolese sebagai upaya meningkatkan belajar anak dalam kegiatan membaca dan menulis permulaan huruf hijaiyah karena anak  dapat  menuangkan  ide  dan  gagasannya  secara  bebas  dan  dari  itu akan  muncul  kreativitas  yang  pada  dasarnya  merupakan  suatu  kemampuan individu  dalam  melahirkan  gagasan  untuk  mencipta  atau  menghasilkan  sesuatu yang baru dan berbeda. Metode  kolase  tepat  untuk  latihan  keterampilan  motorik  halus,  terutama persiapan  membaca dan menulis  permulaan  bagi  anak  taman kanak-kanak.  Kenyataan di lapangan keterampilan kolase belum banyak digunakan untuk latihan  motorik  halus  bagi  anak  anak  taman kanak-kanak,  maka  sangat tepat apabila kolase dipergunakan sebagai metode  membaca dan menulis  bagi  anak  taman kanak-kanak
Berdasarkan  paparan  di  atas  dan  hasil  refleksi  diketahui  bahwa  proses pembelajaran  yang  dilakukan  guru  selama  ini  masih    berfokus  pada  guru,  maka untuk  memperbaiki  proses  pembelajaran  membaca  permulaan  diterapkan  model pembelajaran  inovatif  yang  dapat  melibatkan  siswa  aktif  belajar,  baik  secara mental,  intelektual,  fisik  maupun  sosial,  dengan  harapan  minat  belajar anak didik dapat meningkat.  Hal  inilah  yang  menarik  untuk  diadakan  penelitian  dengan  judul   ”Meningkatkan Minat Belajar Membaca dan Menulis Huruf Hijaiyah melalui Kolase di ............................................. Tahun Pelajaran …………….. ”.  

B.     Identifikasi Masalah
Melalui hasil diskusi, diperoleh beberapa masalah  yang menjadi penyebab rendahnya minat belajar  membaca dan menulis huruf hijaiyah yaitu :
  1. Ketidaktepatan penggunaan metode, model dan teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru.
  2. Guru belum mampu mengelola kelas dengan baik sehingga proses pembelajaran menjadi kurang menarik.
  3. Rendahnya minat belajar dalam pelaksanaan proses pembelajaran
  4. Kondisi ruangan kelas yang kurang mendukung pelaksanaan proses pembelajaran

C.  Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, masalah yang muncul sangatlah kompleks sehingga perlu dibatasi. Pembatasan masalah ini bertujuan agar pembahasan masalah tidak terlalu luas. Penulis membatasi permasalahan yang akan menjadi bahan penelitian yaitu
1.    Teknik pembelajaran yang digunakan adalah  kolase.
2.    Fokus penelitian adalah peningkatan minat belajar membaca dan menulis permulaan huruf hijaiyah.
3.    Subjek penelitian adalah anak didik  ............................................. Tahun Pelajaran …………….. sebanyak 12 siswa.

C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian sebagaimana latar belakang masalah di atas dapat ditentukan rumusan masalah :
1.      Bagaimana penerapan  kolase dapat meningkatkan minat belajar membaca dan menulis permulaan huruf hijaiyah anak didik .............................................?
2.      Seberapa besar peningkatan minat belajar membaca dan menulis permulaan huruf hijaiyah anak didik ............................................. setelah pembelajaran menerapkan  kolase?

D.    Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:

1.    Tujuan Umum
Tujuan  umum  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  membuktikan  keefektifan penggunaan  kolase dalam upaya meningkatkan minat belajar huruf hijaiyah pada anak didik ..............................................
2.    Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :
a.   Meningkatkan minat belajar membaca dan menulis huruf hijaiyah anak didik ..............................................
b.   Mengetahui seberapa besar peningkatan minat belajar membaca dan menulis huruf hijaiyah anak didik ..............................................


F.   Manfaat Penelitian
1.   Manfaat Teoritis
Menambah  khazanah  keilmuan mengenai penerapan  kolase sebagai upaya meningkatkan minat belajar membaca dan menulis permulaan huruf hijaiyah anak didik ..............................................
2.   Manfaat Praktis
Diharapkan penelitian ini juga dapat memberikan manfaat antara lain bagi :
a.       Siswa
1)      Memperbaiki minat belajar siswa
2)      Meningkatkan prestasi belajar siswa
3)      Menjadi model bagi siswa untuk menyikapi kinerjanya
4)      Dapat mengembangkan kreatifitas siswa
5)      Dapat  memberikan  pengalaman  praktis  yang  dapat  membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan berbuat.
6)      Membantu siswa untuk memahami konsep pembelajaran
b.      Guru
1)      Guru dapat berkembang secara profesional karena dapat menunjukkan bahwa guru mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya
2)      Guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri
3)      Guru  akan  lebih  mudah  menggali  potensi  yang  dimiliki  peserta didiknya
c.       Sekolah
1)      Hasil penelitian dapat memberikan kontribusi positif pada sekolah dalam rangka perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran
2)      Dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki perilaku inovatif dan kreatifitas tinggi.
3)      Dapat menghasilkan peserta  didik  yang  mampu  mengaplikasikan pengalamannya dalam kehidupan.

Bab 2 - 3- 4- 5-lampiran+SKH lengkap 2 siklus @ 5 kali pertemuan
menyusul.
atau klik pojok kanan atas "CARA MENDAPATKAN FILE" atau klik pojok kanan atas "DOWNLOAD".
pengin cepet.... hub. 081327121707 (sms only)