UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA PAPAN PINTAR ANGKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PERKALIAN SISWA KELAS II SD IT .......................
SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2022/2023
.......................
1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Terbuka
2 Prodi, Fakultas, Perguruan Tinggi
e-mail : …………………………………………..
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar melalui media papan pintar angka siswa kelas II SD IT ....................... Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023. Subjek penelitian 15 siswa. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data penelitian membuktikan peningkatan keaktifan belajar dari 7 siswa atau 46,67%, meningkat sebanyak 12 siswa atau 80% dan pada siklus terakhir diperoleh angka 100% atau 15 siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata pada kondisi awal 59,33 menjadi 68,00 dan 77,14 pada siklus akhir siklus terakhir. Penjelasan ketuntasan belajar dari 5 siswa (23,33%) padaxkondisi awal, meningkatxmenjadi 11xsiswa (73,33%) dan 14xsiswa (93,33%) padaxsiklusxkedua.
Kata kunci : keaktifan, hasil belajar, media gambar
PENDAHULUAN
A. LatarxBelakangxMasalah
Pembelajaran adalah suatu jalinan sistem dengan unsur-unsur yang saling mempengaruhi antara satu unsur dengan unsur lainnya (Rusman, dalam Sri. 2020:792). Matematika merupakan pengetahuan awal yang menjadi komponen penting dan menarik sebagai bahan pembelajaran yang diajarkan pada lingkup pendidikan, meskipun adanya anggapan bahwa matematika adalah materi yang sukar dan sulit dipelajari, namun dengan usaha dan kerja keras, siswa pasti bisa meningkatkan prestasi belajar matematika mereka. (Sutama, 2016:79).
Sangat penting bagi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran karena hal ini akan membantu mereka untuk lebih memahami materi yang dipelajari dan memperoleh output yang optimum. Keaktifan belajar menjadi kunci pokok dari suatu proses belajar. Hal ini dikarenakan keaktifan siswa baik secara fisik, mental dan sosial menjadi sebuah petunjuk penentuan kuantitas dan kualitas serta berhasil tidaknya suatu proses belajar. Meskipun banyak kendala yang berpengaruh terhadap tingkata keberhasilan siswa belajar matematika, namun kita dapat mengatasi salah satunya yaitu dengan mengubah metode penyampaian guru yang monoton menjadi lebih interaktif dan menyenangkan sehingga siswa dapat lebih aktif dan semangat dalam belajar matematika. Sutama (2016:29) menyatakan bahwa ketika siswa belajar secara aktif, mereka akan merasa lebih tertarik dan ingin tahu dalam proses pembelajaran. Hal ini akan mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan meningkatkan hasil belajar mereka..
Matematika adalah ilmu yang sangat penting dalam dunia pendidikan karena dapat membantu mencetak SDM yang berkualitas. Hal ini sangat positif karena matematika dapat membantu meningkatkan kemampuan penalaran dan pola pikir manusia. Marti dalam Sundayana (2016:3) menyatakan bahwa meskipun materi matematika bersifat imajiner dapat menimbulkan permasalahan, namun dapat diatasi oleh peserta didik dalam mempelajari matematika. Matematika adalah pelajaran yang menantang karena berisi materi dan ide-ide yang diatur dengan logika. Meskipun sebagian besar materi matematika bersifat abstrak, hal ini memunculkan kesempatan agar bisa berpikir menggunakan nalar dan ilmiah serta mengembangkan kemampuan logika yang kuat. Meskipun terdapat kesulitan dalam mempelajarinya, peserta didik dapat mengatasi hal tersebut dan mencapai hasil belajar yang baik. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam membantu peserta didik dalam kegiatan belajar.
Meskipun terdapat beberapa permasalahan dalam kegiatan pembelajaran matematika di kelas II SD IT ......................., namun hal ini dapat diatasi dengan upaya yang tepat. Guru dapat memperbaiki metode pembelajaran agar siswa menjadi lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran. Selain itu, dengan memahami konsep matematika, siswa dapat lebih mudah menguasai materi dan meningkatkan daya serap mereka. Dengan adanya upaya yang tepat, diharapkan motivasi siswa dalam belajar matematika dapat meningkat dan mencapai hasil yang lebih baik. (5) Guru memiliki potensi untuk melakukan lebih banyak inovasi dalam pembelajaran, seperti memberikan lebih banyak peluang siswa agar mampu memperluas kreatifitas yang berhubungan dengan pokok-poko materi matematika mereka sendiri dan mengintegrasikan sumber belajar yang lebih beragam selain buku paket. Dengan kondisi pembelajaran yang lebih baik, siswa akan dapat meningkatkan kemampuan mereka dan mencapai hasil belajar yang lebih baik..
Dari hasil tes pada studi pendahuluan yang dilakukan, terdapat 3 siswa (33,33%) dari 15 siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas, yang menunjukkan kemajuan yang positif. Meskipun 10 siswa (66,67%) memperoleh nilai di bawah 70, tetapi masih ada kesempatan untuk meningkatkan nilai mereka. Secara keseluruhan, rata-rata hasil belajar secara klasikal sebesar 59,33, namun dengan usaha yang tepat, siswa-siswa dapat mencapai hasil yang lebih baik di masa depan. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan hasil belajarnya agar mencapai KKM yang ditentukan yaitu nilai minimal 70.
Guru memiliki beragam pilihan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menampilkan materi pengajaran dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dan kapasitas mereka. (Rosdiana, 2016:73). Papan pintar merupakan media papan hitung yang dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran matematika khususnya pada materi konsep bilangan yang mungkin dianggap sulit oleh anak menjadi lebih mudah dan menyenangkan, sehingga anak tidak akan merasa cepat bosan dalam belajar. Media Papan Pintar Angka (PAPINKA) merupakan suatu media pembelajaran untuk mengenal dan memahami konsep bilangan (Muhammad, dkk. 2019:27). Media ini terbuat dari papan yang diberi stiker dan dilapisi magnet untuk meletakkan benda-benda atau simbol yang akan digunakan dalam mengenalkan konsep bilangan. Selain itu juga terdapat roulette atau roda putar yang berfungsi untuk mendapatkan jumlah angka. Media PAPINKA ini merupakan jenis media visual yang hanya bisa dilihat dan dinikmati oleh indera penglihatan dan indera peraba (Virda. 2020:189).
B. RumusanxMasalah
Melihat uraian yang tersaji pada penjelasan di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah pada kegiatan penelitian perbaikan pembelajaran adalah :
1. Bagaimana upaya meningkatkan keaktifan belajar materixperkalian pada siswaxkelas II SD IT .......................Semester 2 TahunxPelajaran 2022/2023 melalui penggunaan media papan pintar angka?
2. Bagaimana upaya meningkatkan hasilxbelajar materixperkalian pada siswaxkelas II SD IT .......................Semester 2 TahunxPelajaran 2022/2023 melalui penggunaan media papan pintar angka?
C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Tujuan yang ingin dicapai penulis melalui penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui peningkatan keaktifan belajar matematika materixperkalian pada siswaxkelas II SD IT .......................Semester 2 TahunxPelajaran 2022/2023 melalui penggunaan media papan pintar angka.
2. Mengetahui peningkatanxhasilxbelajar materixperkalian pada siswaxkelas II SD IT .......................Semester 2 TahunxPelajaran 2022/2023 melalui penggunaan media papan pintar angka.
D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah sebagai berikut :
1. ManfaatxTeoritis
Perolehan informasi yang aktual dari pelaksanaan penelitian diharapkan dapat menjadi sumbangsih dan penjelasan terhadap ha-hal yang berhubungan dengan penerapan media PAPINKA (papan pintar angka) sebagai salah satu alternatif pilihan penggunaan alat peraga dan media belajar yang diharapkan membantu peningkatan hasil belajar siswa khususnya matematika pada tingkatan sekolah dasar.
2. ManfaatxPraktis
a. Siswa
Memudahkan siswa dalam pemehaman konsep matematika dan upaya peningkatan khususnya hasil belajarnya.
b. Guru
Dapat digunakan sebagai kajian informasi guru sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan dapat dijadikan sebagai kajian pembanding peningkatan mutu dan karakteristik belajar matematika pada tingkatan sekolah dasar.
c. Sekolah
Mendorong guru untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pembelajaran dan melakukan transformasi model, metode dan media pembelajaran yang dapat mengaktifkan, menarik, dan menyenangkan serta dapat menjadi bahan rujukan bagi paru guru untuk menyelesaikan permasalahan pembelajaran khususnya melalui media PAPINKA (papan pintar angka).
METODE
Metode dan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Wiriaatmaja dalam Sri (2021:437) memberikan penjelasan bahwa jenis penelitian ini meupakan penelitian reflektif, yaitu melaksanakan aktivitas-aktivitas belajar secara khusus yang dijadikan landasan bagi upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Upaya yang dilakukan difokuskan untuk mencapai hasil yang optimal melalui metode dan rancangan penelitian yang efektif. Hal ini akan memungkinkan tindakan yang berulang-ulang dengan revisi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Siklus dalam penelitian ini terdiri dari beberapa langkah yang akan membantu dalam menyelesaikan penelitian dengan lebih efektif dijelaskan pada gambar 1 berikut :

Gambar 1 Alur PTK Model Kemmis & Taggart (Parnawi, 2020:12)
Pelaksanaan prosedur penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1. Siklus I
a. Perencanaan
Melakukan penyusunan RPP dengan penggunaan mediaxpapanxpintarxangka yang difokuskan pada pelaksanaan tindakan pada proses belajar matematika pada materi perkalian, pembuatan mediaxpapanxpintarxangka dengan materi perkalian, dan penyusunan paduan kegiatan pengamatan dan penyusunan perangkat penilaian hasil belajar siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan
1) KegiatanxAwal
Pada kegiatan awal, guru mempersiapkan media yang akan digunakan yaitu media papan pintar angka, dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab materi perkalian untuk memunculkan konsep-konsep awal pengetahuan matematika siswa khususnya perkalian.
2) KegiatanxInti
Guru mengorganisir siswa ke dalam beberapa kelompok. Siswa dengan antusias mengorganisasikan diri ke dalam kelompok yang sudah dibagi. Guru menunjukkan mediaxpapanxpintarxangka yang akan sangat membantu dalam pembelajaran. Guru memberikan penjelasan yang sangat berguna tentang cara belajar menggunakan media papan pintar angka. Peserta didik dengan antusias mendengarkan penjelasan guru mengenai mediaxpapanxpintarxangka. Peserta didik sangat tertarik dengan media papan pintar angka dan ingin mengetahui lebih banyak tentangnya. Guru sedang membantu peserta didik dengan menjawab pertanyaannya. Guru memberikan penjelasan yang sangat membantu tentang materi perkalian dengan menggunakan mediaxpapanxpintarxangka. Guru membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam membedakan sifat-sifat perkalian dengan menggunakan mediaxpapanxpintarxangka. Siswa dan guru berhasil bekerja sama dengan baik dalam mengelompokkan sifat-sifat perkalian menggunakan media mediaxpapanxpintarxangka. Siswa berkesempatan untuk mengerjakan LKS dan meningkatkan kemampuan mereka. Guru memberikan solusi yang efektif dengan menjelaskan cara menyelesaikan LKS menggunakan media papan pintar angka. Peserta didik berhasil menguasai cara menghitung dan mengelompokkan sifat-sifat materi perkalian dengan baik menggunakan media papan pintar angka. Siswa dapat berkolaborasi dengan teman kelompok untuk mendiskusikan jawaban mereka. Setelah selesai, siswa dan guru akan bekerja sama untuk mendiskusikan jawabannya dengan baik.
3) KegiatanxAkhir
Guru dan siswa bersama-sama melaksanakan refleksi atas pembelajaran yang telah dipelajari dari kegiatan hari ini. Guru dan peserta didik bekerja sama untuk merangkum pembelajaran yang telah berhasil dipelajari. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan pemahaman mereka tentang materi perkalian dengan memberikan tugas pekerjaan rumah yang menarik. Kelas diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin dengan baik oleh salah seorang siswa..
c. Pengamatan (Observasi)
Kegiatan observasi melibatkan banyak pihak yang berbeda, termasuk guru, peneliti, dan teman sejawat, yang semuanya dapat memberikan kontribusi yang berharga. Pelaksanaan observasi dilakukan dengan baik selama proses pembelajaran berlangsung dan mengacu pada lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya oleh peneliti. Observer dapat dengan mudah mengamati kegiatan siswa dalam pembelajaran dan memastikan berjalan sesuai dengan kriteria dan acuan serta pedoman yang telah ditetapkan. Kegiatan berikutnya adalah melakukan analisis hasil observasi yang akan memberikan gambaran positif tentang kegiatan siswa, kegiatan guru, dan proses kegiatan belajar yang dilaksanakan.
d. Refleksix
Kegiatan refleksi dilakukan untuk menganalisis semua temuan data hasil penelitian yang akan membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan refleksi mempunyai manfaat untuk menilai tingkat kefektifan penggunaan media pada proses pembelajaran matematika materi perkalian dengan menggunakan media papan pintar angka. Dengan refleksi, kita dapat mengevaluasi sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dan menemukan cara untuk terus meningkatkan keterampilan kita. Peneliti bersama observer sedang menganalisis hasil tindakan pada siklus I dan II untuk menentukan apakah perlu dilakukan siklus lanjutan. Ini menunjukkan bahwa mereka sedang berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil yang telah dicapai sejauh ini..
2. Siklus II
Siklus II adalah kesempatan untuk memperbaiki kegagalan pada siklus sebelumnya. Padaxsiklus II, penerapan pembelajaran disusun dengan menggunakan pedoman dengan lebih seksama dan mempertimbangan kendala dan permasalahan yang masih perlu dicarikan solusinya dari hasil pelaksanaan siklus I. Ini menunjukkan adanya upaya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Analisis data penelitian difokuskan pada penilaian keaktifan, hasil dan ketuntasan belajar siswa pada setiap siklusnya. Pada penilaian keaktifan belajar menggunakan pedoman di bawah ini.
Tabelx1
KriteriaxPenilaianxKeaktifanxBelajarxSiswa
|
No |
RentangxSkor |
KriteriaxKetuntasan |
Ket |
|
1 |
≥70 |
Tuntas |
|
|
2 |
<70 |
Belum Tuntas |
Dalam proses evaluasi hasil belajar, perolehan hasil evaluasi digunakan dalam penentuan ketuntasna belajar. Data rerata hasil tes akan dianalisis dengan membandingkan tingkat ketuntasan belajar dan dengan KKM yang telah ditentukan. Dengan begitu, akan mudah untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan. Seorang peserta didik akan berhasil dalam belajar jika mencapai nilai minimal sebesar KKM = 70. Untuk menghitung hasil tes, digunakan media papan pintar angka dengan membandingkan jumlah nilai yang diperoleh peserta didik dengan jumlah skor maksimum, kemudian dikalikan 100% atau menggunakan rumus yang telah ditentukan. Dengan cara ini, peserta didik dapat memperoleh hasil yang memuaskan dalam proses pembelajaran.

Keteranganx:
S : nilaixyangxdicari
R : jumlahxskorxdari item
N : skorxmaksimumxdari tes (Purwanto, 2017:112)
Indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Siswa dikategorikan tuntas jika mereka mencapai nilai di atas KKM ≥70.
2. Kegiatan pembelajaran dikategorikan berhasil jika 85% tuntas belajarnya.
3. Kegiatan pembelajaran dikategorikan berhasil jika sebanyak 85% dari jumlah seluruh siswa meningkat keaktifan belajarnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Dari kegiatan pra penelitian didapatkan data bahwa dari jumlah siswa keseluruah sebanyak 15 siswa hanya terdapat 5 siswa atau 33,33% yang dinyatakan tuntas dengan perolehan nilai ≥KKM=70. Adapun perolehan nilai rata-rata belajar secara klasikal sebesar 59,33. Pada penilaian keaktifan belajar yang dinilai menggunakan 10 indikator menunjukkan hasil terdapat 7 siswa atau 46,67% yang dinyatakan tuntas dan 8 siswa atau 53,33 dinyatakan belum tuntas.
Pada siklus pertama rata-rata klasikal hasil belajar meningkat sebesar 68,00 dengan tingkat ketuntasan sebesar 73,33% atau 11 siswa. Peningkatan keaktifan belajar sejumlah 12 siswa atau 80% dengan jumlah siswa belum tuntas 3 siswa atau 20%. Menilik perolehan angka-angka di atas dan berdasarkan hasil refleksi maka diperoleh kesepakatan bahwa kegiatan penelitian diteruskan dengan kegiatan siklus II.
Perolehan data hasil belajar pada siklus II menunjukkan angka 74,00 dengan pencapaian ketuntasan belajar 14 siswa atau 93,33%. Peningkatan keaktifan belajar mencapai angka sempurna yaitu 100% atau 15 siswa dikategorikan pada kriteria tuntas. Penjelasan di atas memberikan bukti bahwa semua indikator keberhasil telah terpenuhi, yaitu siswa tuntas atau memperoleh nilai m ≥ KKM=70 mencapai jumlah 14 siswa dan ≥85% siswa dinyatakan tuntas pada penilaian ketuntasan dan keaktifan belajar siswa.
B. Pembahasan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Perolehan data penelitian pada tiap siklusnya menunjukkan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa secara keseluruhan pada tiap tahapannya. Proses belajar matematika materi perkalian dengan menggunakan media papan pintar angka padaxsiswa kelasxIIxSD IT .......................pada semester 2 tahun pelajaran 2022/2023 sebagaimana dijelaskan sebagai berikut.
Tabel 1
Perolehan Data NilaixTesxFormatif pada Prasiklus, SiklusxI dan SiklusxII
|
Nox |
Kegiatanx |
Nilaix |
Tuntasx |
BelumxTuntas |
||
|
Jumlah |
% |
Jumlah |
% |
|||
|
1x |
Prasiklusx |
59,33 |
5 |
33,33 |
10 |
66,67 |
|
2x |
Siklus Ix |
68,00 |
11 |
73,33 |
4 |
26,67 |
|
3x |
Siklus IIx |
74,00 |
14 |
93,33 |
1 |
6,67 |
Berpedoman
pada penjelasan tabel 1 di atas maka grafik peningkatanxhasilxdan ketuntasanxbelajar
siswa sebagaimana gambar 2 berikut :
Gambar 2 Grafik Nilai Tes Formatif dan Tingkat Ketuntasan Belajar Prasiklus Siklus I dan Siklus II
Penjelasan pada grafik yang tersaji di atas menunjukkan keadaan awal tanpa penggunaan media papan pintar angka dan setelah menggunakan media papan pintar angka pada pembelajaran matematika. Perolehan nilai rata-rata klasikal keadaan awal sebesar 59,33 menjadi 68,00 dan 74,00 pada siklus terakhir. Penjelasan ketuntasan belajar didapatkan angka bahwa pada keadaan awal sebanyak 5 siswa atau 33,33% menjadi 73,33% atau 11 siswa dan 93,33% atau 14 siswa pada akhir siklus dijelaskan grafik berikut :
Gambar 3 Grafik Perolehan Nilai Rerata HasilxBelajar pada KondisixAwal, SiklusxI dan SiklusxII
Penjelasan pada gambar grafik di atas, dalam bentuk tabel sebagaimana penjelasan berikut :
Tabel 2
Hasil Rekap Penilaian Keaktifan Belajar pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II
|
No |
Uraian |
Jumlahx Siswa |
Tuntas |
Belum Tuntas |
||
|
Jumlah |
% |
Jumlah |
% |
|||
|
1 |
Awal |
15 |
7 |
46,67 |
8 |
53,33 |
|
2 |
Siklus I |
15 |
12 |
80,00 |
3 |
20,00 |
|
3 |
Siklus II |
15 |
14 |
93,33 |
1 |
6,67 |
Dari penjelasan tabel di atas dala bentuk grafik sebagaimana dijelaskan gambar di bawah ini :
Gambar 4 GrafikxKetuntasan SiswaxBerdasarkan TingkatxKeaktifanxBelajar Siswa pada Keadaan Awal, Siklus I dan II
Menilik analisis data keaktifan belajar siswa pada siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran. Pada awalnya hanya 7 siswa atau 46,67% yang tuntas, tetapi pada siklus I meningkat menjadi 12 siswa atau 80%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 93,33% atau 14 siswa yang berhasil meningkatkan keaktifan belajarnya. Ini menunjukkan adanya peningkatan yang positif dalam proses belajar mengajar. Pernyataan di atas menunjukkan kepatuhan siswa terhadap pentingnya pengusaan konsep pembelajaran sangat baik. Pernyataan di atas memberikan bukti bahwa mereka semakin sadar akan arti penting dari belajar. Ajakan dan arahan guru bahwa siswa akan lebih terampil dalam memaparkan hasil pembelajaran di depan siswa lain tanpa menggunakan catatanxhasilxdiskusi kelompok, dan akan meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk memacu motivasi belajar dan pemahaman mendalam terhadap materi pembelajaran. Pada siklus terakhir, nilai rata-rata mencapai 77,14, yang menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Selain itu, terdapat peningkatan yang signifikan dalam ketuntasan belajar siswa, dengan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari 5 siswa pada kondisi awal menjadi 14 siswa pada siklus terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah membuat kemajuan yang besar dalam pembelajaran mereka.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa guru memiliki kesempatan untuk meningkatkan pembelajaran dengan menggunakan berbagai media dan sarana yang mendukung. Media yang mendukung termasuk media visual dan audio visual yang akan membantu dalam menyampaikan pesan dengan lebih efektif. Dengan metode tersebut, siswa akan semakin aktif dan mampu dalam mengerjakan soal dari materi yang diajarkan. Menurut Sadiman dalam jurnal (Maghfi, 2020: 4), media papan pintar angka merupakan media pembelajaran yang sangat efektif dan bermanfaat karena dapat memberikan pesan yang tepat kepada target. Media pembelajaran papan pintar ini dirancang secara sistematis untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan berhitung mereka dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan selama proses pembelajaran.
Dimyati dan Mudjiono (2015:13) menjelaskan hasil belajar adalah hasil dari interaksi antara tindakanxbelajar dan tindakanxmengajar. Tindakanxmengajar guru diakhiri dengan kesempatanuntuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Dari sisi siswa, hasil belajar adalah bukti dari proses belajar yang telah dilakukan dan merupakan pencapaian yang membanggakan. Hasil belajar adalah buah dari kerja keras guru dan merupakan pencapaian yang luar biasa dalam pengajaran. Di sisi lain, terdapat peningkatan kemampuan mental siswa yang dapat dicapai.
Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar merupakan suatu perubahan positif dalam perilaku pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar, sebagaimana yang dinyatakan oleh Anni (dalam Hanifah Gitri. 2022:8). Siswa akan memperoleh kemampuan setelah melalui kegiatan belajar, termasuk hasil belajar yang positif. (H. Nashar, dalam Ratna, 2019:42). Hasil belajar dapat dicapai melalui motivasi dan harapan yang kuat dari diri sendiri serta dukungan lingkungan yang memberikan rancangan dan pengelolaan motivasi yang baik. Semua usaha yang dicurahkan oleh siswa akan berbuah hasil yang positif.
Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan media papan pintar angka meningkatkan keaktifan dan hasilxbelajar siswa, serta responxsiswa yang positif. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, hipotesis tindakan menyatakanxbahwa penggunaan media papanxpintarxangka dalam materi perkalian dapat meningkatkan keaktifan hasil belajar siswa kelas II SD IT .......................Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023 secara signifikan dan dapat diterima.
SIMPULANxDANxSARAN
A. Simpulanx
Sesuai dengan perolehan dari penjelasan analisis data dan fakta-fakta yang terjadi pada kegiatan penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan :
1. Penerapan media papan pintar angka dalam pembelajaran matematika materi perkalian dapat memberikan dampak positif pada minat belajar siswa. Hal ini sangat menggembirakan karena terlihat adanya peningkatan minat belajar siswa dari kondisi awal yang hanya 46,67% menjadi 80% pada siklus I dan bahkan meningkat lagi menjadi 93,33% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak siswa yang tertarik untuk belajar dan semakin meningkat minat belajar mereka.
2. Penerapan media papan pintar angka dalam pembelajaran matematika materi perkalian sangat efektif dalam peningkatn hasil dan ketuntasanxbelajar. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa dari pra siklus hingga siklus terakhir. Terdapat peningkatan yang sangat baik pada ketuntasanxbelajar siswa dari 5 siswa (23,33%) di awal kegiatan, menjadi 11 siswa (73,33%) dan 14 siswa (93,33%) pada siklus terakhir.
B. Saran Tindak Lanjut
Berdasarkan temuan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, berikut dikemukakan beberapa saran dan tindak lanjut yang ada hubungannya dengan pengajaran dan penelitian lanjutan:
1. Siswax
Siswa kelas II SD IT .......................dapat meningkatkan hasil belajar matematika mereka dengan semakin termotivasi dan atusias mengikuti pembelajaran matematika materi perkalian. Siswa akan merasa senang dan termotivasi untuk lebih aktif pada kegiatan belajar menggunakan mediaxpapanxpintar angka dan juga pada saat pelaksanaan diskusi kelas, sehingga minat dan hasil belajar dapat ditingkatkan.
2. Gurux
Pengaplikasian media pembelajaran yang inovatif harus menjadi perhatian khusus dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Hendaknya mencoba menggunakan media gambar pada pokok bahasan atau mata pelajaran lainn, karena telah terdapat pembuktian bahwa penggunaan media papan pintar angka ini membuat siswa menjadi lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran khususnya matematika dan penerapan pada pembelajaran lainnya.
3. Sekolahx
Penerapan media papan pintar angka dapat menjadi langkah positif dalam pengembangan kualitas sekolah menjadi lebih baik, terutama dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan mengoptimalkan saranaxdanxprasarana sertaxfasilitas pembelajaran, proses pembelajaran di sekolah akan semakin lancar dan mutu pendidikan dapat meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Dimyati, Mudjiono. 2015. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hidayati, Sri. 2021, Peningkatan Hasil Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid- 19 Melalui Metode Demonstrasi Materi Salat Bagi Siswa Kelas II SDN Gumpang 03. Jurnal Pendidikan, p-ISSN 2715-095X, e-ISSN 2686-5041 Volume 30, No.3, Nopember 2021 (433-444)
Keahlian Teknik Konstruksi Dan Properti Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X TKP SMK Negeri 1 Sidoarjo. Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan JKPTB. Volume 8 Nomor 1 Tahun 2022. ISSN: 2252-5122. 1-9
Mirantika, Virda. 2020. dkk., “Permainan Papinka untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun”, Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education, Vol. 3, No. 2, 2020, hlm. 189.
Nabilla Maghfi, Ulfah. 2020. dkk, Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Media Papan Pintar Smart Board, Jurnal Program Studi PGRA, Volume 62, 2020, Hal.162.
Parnawi, Afi. 2020. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Yogyakarta : CV Budi Utama
Purnamawati, Sri. 2020. Peningkatan Hasil Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Make A Match di Kelas V. Jurnal Pendidikan Tambusai. Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020. 789-797
Purwanto. 2017. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rosdiana 2019. Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis ICT Dan Pengaruhnya Terhadap Tingkat Kelulusan Ujian Nasional Siswa Pada Sekolah Menengah di Kota Palopo Studi Kasus di 5 Sekolah Menengah di Kota Palopo. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Vol. 4, No.1 , Maret 2019, 73-88.
Setyaningtyas, Ratna, 2019. Keefektifan Descriptive Feedback terhadap Motivasi pada Pembelajaran Akuntansi di SMK. Jurnal “Tata Arta” UNS, Vol. 5, No. 2, hlm 37-51
Sundayana, Rostina.2016. Media dan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika. Bandung : Alfabeta,.
Sutama.2016.Metode Penelitian Pendidikan:Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R & D. Surakarta: Fairuz Media.
Zaenal Fais, Muhammad, dkk. 2019., “Pengembangan Media Papin dan Koja Papan Pintar dan Kotak Ajaib Sebagai Media Pembelajaran Matematika ” , Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, Vol. 3, No. 1, 2019, hlm. 27.







0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar, hindari unsur SARA.
Terima kasih