PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN METODE EJA PADA SISWA KELAS 1 SDN .................... SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2022/2023
....................
1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Terbuka
2 Prodi, Fakultas, Perguruan Tinggi
e-mail : …………………………………………..
ABSTRAK
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan minat dan hasil belajar siswa menggunakan metode eja. Penelitian ini melibatkan total 26 siswa sebagai subjeknya. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Validasi data menggunakan teknik triangulasi. Jumlah siswa tuntas jika nilai pencapaian ≥70 dan tingkat ketuntasan ≥85% tercapai. Hasil analisis data minat belajar pada kondisi awal, 10 siswa atau 38,46% menunjukkan minat belajar, namun pada siklus pertama menjadi 17 siswa atau 65,38%. Pada siklus kedua, minat belajar menjadi 92,31% atau 24 siswa. Nilai rata-rata belajar meningkat secara signifikan dari 53,08 menjadi 64,62 pada siklus pertama dan bahkan lebih tinggi lagi pada siklus kedua, yaitu mencapai 76,92. Prestasi belajar meningkat secara signifikan dari 7 siswa atau 26,92% menjadi 15 siswa atau 57,69% dan bahkan mencapai 23 siswa atau 88,46% pada siklus kedua.
Kata Kunci: minat, hasil belajar, metode eja
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran membaca di kelas I merupakan awal yang baik untuk memulai proses pembelajaran membaca. Keterampilan membaca yang diperoleh siswa di kelas I akan menjadi pondasi yang kuat untuk pembelajaran membaca yang lebih lanjut di kelas berikutnya. Pembelajaran membaca di jenjang sekolah dasar sangat penting untuk meningkatkan kemampuan membaca setiap warga Negara. Hal ini akan membantu mereka untuk terus berkembang melalui pembelajaran di sekolah dasar. (Siti, 2018:46).
Setiap orang memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuan membaca yang ideal. Oleh karena itu, dengan menerapkan cara pembelajaran yang efektif, kemampuan membaca dapat ditingkatkan dengan baik. Dengan pembelajaran membaca, kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan efektif dan memperkuat pemahaman kita. Hal ini menunjukkan bahwa membaca adalah kegiatan yang menantang dan memerlukan fokus yang tinggi untuk memahami informasi melalui simbol-simbol yang kompleks. Seperti yang diungkapkan oleh Prasetyono (dalam Wayan. 2022:286), membaca dapat membantu kita memperluas pemahaman dan pengetahuan kita.
Dari hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode ceramah dan media papan tulis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia aspek membaca sudah cukup baik. Meskipun demikian, keterampilan membaca siswa masih dapat ditingkatkan. Penilaian tes membaca nyaring dan membaca memahami pada 26 siswa, sebanyak 26,92% siswa telah menunjukkan keterampilan membaca yang baik dan berhasil menyelesaikan tes dengan baik. Meskipun sisanya masih perlu meningkatkan keterampilan membaca, namun ini merupakan kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain kurangnya konsentrasi saat guru menjelaskan materi, kurangnya dukungan orang tua dalam mengulang kembali pelajaran dirumah, dan kurangnya bimbingan dari guru saat siswa membaca sendiri. Selain itu, sebagian besar siswa yang masuk di Sekolah Dasar belum mengikuti pendidikan di Taman Kanak-kanak. Namun, dengan usaha dan dukungan yang tepat, siswa dapat mengatasi hal ini dan meraih kesuksesan di masa depan. Pembelajaran membaca di kelas rendah pada Sekolah Dasar dapat menjadi lebih menarik dengan penggunaan metode yang lebih inovatif dan kreatif. Meskipun saat ini metode yang digunakan cenderung konvensional, namun masih ada banyak cara untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektif bagi siswa.
Minat merupakan sebuah kecenderungan positif untuk memperhatikan atau terlibat dalam sesuatu hal karena menyadari pentingnya atau bernilainya hal tersebut. Menurut Djaali (2014: 121), minat adalah "rasa senang dan keterikatan pada suatu hal atau topik tertentu, tanpa adanya paksaan." Minat adalah sebuah kesempatan untuk menjalin hubungan positif antara diri sendiri dengan hal-hal di luar diri. Slameto (2016:57) menjelaskan bahwa minat adalah "kecenderungan yang konsisten untuk fokus dan mengingat beberapa kegiatan." Berdasarkan pendapat para ahli, penulis menetapkan indikator pada penelitian ini yang akan membantu dalam menilai keberhasilan siswa, yaitu (1) perasaansenang, (2) ketertarikansiswa, (3) keterlibatansiswa, (4) rajin dan semangat mengerjakantugas, dan (5) tekundandisiplin belajar.
Belajar adalah kesempatan yang selalu tersedia bagi manusia sepanjang hidupnya. Proses belajar adalah kesempatan bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang, dengan mengalami perubahan positif dalam sikap, perilaku, dan pola pikir. Menurut Asmawi (dalam Zulvian Firdaus, 2018), hasil belajar adalah perubahan positif dalam perilaku yang terjadi setelah seseorang memiliki minat belajar. Belajar di dalam kelas adalah kesempatan yang baik bagi peserta didik dan tenaga pendidik untuk melakukan proses belajar yang efektif. Makna kata "hasil" dan "belajar" yang berbeda membentuk konsep yang menarik untuk dipelajari dalam pembentukan hasil belajar. Sanjaya (dalam Syafaruddin, 2019:76) menyatakan bahwa hasil adalah buah dari kerja keras dan ketekunan dalam menjalankan kegiatan tertentu.
Menurut Slamet (2017:24), kecakapan membaca permulaan adalah tingkatan penting dalam prosedur belajar khususnya pada sekolah dasar di kelas rendah dan menjadi dasar bagi kecakapan berikutnya. Perhatian guru sangat penting dalam mengembangkan kompetensi membaca permulaan. Dengan dasar membaca yang kuat, anak-anak akan lebih mudah menguasai kompetensi membaca permulaan yang baik.
Pendapat Wahidah (2016:12) tentang membaca permulaan merupakan proses penting dalam prosedur belajar membaca terutama pada kelas awal. Kegiatan membaca permulaan merupakan salah satu jenis kapabilitas berbahasa tulis penting dan dapat dikembangkan dengan baik. Membaca memberikan banyak manfaat positif, seperti meningkatkan daya ingat, memperbaiki kemampuan berpikir, dan memperluas pengetahuan seseorang. Siti (2020:1155) mengemukakan bahwa membaca permulaan adalah langkah atau proses pertama dalam membaca yang diperoleh siswa sejak kelas awal. Dalam membaca permulaan, anak-anak biasanya sudah memiliki kemampuan untuk mengenalhuruf, membacakata-kata yang terdiri daridua, tigasuku kata atau kata-kata yang sulit, serta membaca kalimat sederhana secara utuh. Mereka juga dapat melengkapi huruf yang hilang dalam kata-kata. Ini menunjukkan bahwa anak-anak telah membuat kemajuan yang besar dalam membaca dan terus berkembang dengan baik.
Dalam prosedur pemaparan atau penjabaran penggunaan metode eja, kita dapat memecah kalimatsebagaikata-kata, katasebagai suku-suku kata, dan suku kata sebagai huruf-huruf. Ini akan membantu kita untuk lebih memahami dan menguasai bahasa dengan lebih baik. Tahap selanjutnya adalah sintesis. Satuan-satuanbahasa yang telahterurai tadi dapatdikembalikan lagi ke bentuk semula dengan mudah, yaitu dari huruf-huruf menjadi suku kata, suku-suku kata menjadi kalimat. Pada tahapan sintesis ini, anak diharapkan berhasil mengembalikan struktur kalimat yang utuh dan terorganisir dengan baik. (Suyanti. 2021:62)
Ini adalah hal yang positif sejalan dengan pandangan Ngalim dan Djeniah. (dalam Muammar. 2020:70) menjelaskan bahwa metode eja adalah cara belajar membaca yang dimulai dengan mengeja huruf demi huruf, yang dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca. Siswa akan segera mempelajari lambang-lambang huruf yang akan membantu mereka dalam belajar. Pembelajaran metode eja akan membantu kamu untuk mengenal huruf atau abjad A sampai dengan Z dan juga mengenal bunyi huruf atau fonem dengan lebih baik. Metode kata lembaga adalah pendekatan yang sangat efektif dalam menginstruksikan membaca permulaan melalui pemunculan kata-kata. Metode eja merupakan salah satu metode membaca yang efektif karena diawali melalui pelafalan huruf demi huruf. Dengan penggunaan metode eja, diharapkan siswa akan mendapatkan manfaat positif dan bantuan dalam belajar membaca permulaan.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang dan identifikasi masalah yang telah dijelaskan di atas, dapat dirumuskan masalah yang akan diselesaikan melalui penelitian tindakan kelas adalah:
1. Bagaimana minat belajar siswa kelas I SDN .................... semester 2 tahun tahun pelajaran 2022/2023 pada pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan metode eja?
2. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa kelas I SDN .................... semester 2 tahun tahun pelajaran 2022/2023 pada pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan metode eja?
C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Berlandaskan uraian rumusan masalah sebagaimana dijelaskan sebelumnya maka penelitian mempunyai tujuan :
1. Meningkatkan minat belajar siswa kelas I SDN .................... pada pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan metode eja di semester 2 tahun pelajaran 2022/2023.
2. Dengan menggunakan metode eja, hasil belajar siswa kelas I SDN .................... pada pembelajaran membaca permulaan di semester 2 tahun pelajaran 2022/2023 akan meningkat.
D. Manfaat PenelitianPerbaikanPembelajaran
1. ManfaatTeoritis
Penelitian ini sangat berarti bagi dunia pendidikan karena dapat memberikan informasi yang sangat bermanfaat terhadap pemangku kepentingan seperti sekolah, masyarakat, pemerintah dan pihak lain yang termasuk di dalamnya. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran arti penting minat dalam membaca di sekolah dan membantu pencapaian target pembelajaran sesuai ketetapan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
Siswa akan dengan mudah memahami pelajaran Bahasa Indonesia terutama adanya metode eja pada pembelajaran membaca permulaan.
b. Bagi Guru
Dengan menggunakan metode eja dalam membaca permulaan pada siswa kelas I, kemampuan profesional dalam pembelajaran Bahasa Indonesia akan semakin meningkat dan berkembang dengan baik.
c. Bagi sekolah
Melalui penerapan pembelajaran membaca dengan metode eja diharapkan semangat siswa agar dapat lebih berprestasi dan sekolah akan semakin terkenal karena kualitas pembelajarannya yang meningkat.
METODE
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah terbukti efektif oleh model Kurt Lewin (dalam Ferawati. 2022:277). Menurut Kurt Lewin, konsep pokok PTK terdiri dari empat komponen yang sangat penting, yaitu perencanaan (Planning), tindakan (Acting), pengamatan (Observing), dan refleksi (Reflecting). Dengan memperhatikan keempat komponen ini, PTK dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Kita dapat melihat bahwa keempat komponen tersebut saling terkait dan membentuk satu siklus yang utuh. Peneliti ini optimis bahwa dengan menggunakan PTK, guru TK dapat meningkatkan kinerjanya sebagai pendidik yang profesional dan menciptakan pembelajaran yang bermutu.
Penelitian ini menggunakan desain dengan model siklus Kemmis dan Taggart yang terbukti efektif. Setiap siklus terdiri dari empat kegiatan yang akan membantu peneliti dalam penetapan perencanaan, aplikasi tindakan, pengamatan, dan perenungan. Tahap-tahap tersebut dapat terus diulang hingga masalah yang dihadapi berhasil diatasi. Dalam penelitian ini, peneliti akan fokus pada dua siklus untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1 SDN .....................
Siklus dalam PTK memberikan kesempatan untuk melakukan perancangan tindakan, aplikasi tindakan, kegiatan pengamatan dan kegiatan evaluasi terhadap proses dan hasil tindakan, dan pelaksanaan kegiatan refleksi, sampai penyempurnaan atau terhadap kemajuan dan ketercapaian target (Situmorang dalam Koyimah. 2021:119). Dengan demikian, siklus ini dapat membantu dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Berikut ini adalah panduan yang akan membantu Anda memahami alur siklus PTK dengan lebih baik.

Gambar 1
Alur Siklus PTK (Arikunto, 2019:37)
Prosedur penelitian tindakan kelas ini akan memberikan kesempatan untuk melakukan 2 siklus yang sangat bermanfaat! Dengan mengikuti tahapan atau siklus penelitian yang terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, maka penelitian akan berjalan dengan lebih terstruktur dan terorganisir.
1. Perencanaan
Pada tahapan ini, peneliti telah menuliskan rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan membantu dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan perencanaan yang baik, segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar.
a. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran akan membantu saya untuk lebih terorganisir dan efektif dalam mengajar.
b. Merencanakan dan membuat metode ejaan untuk kegiatan pembelajaran.
c. Menyiapkan alat observasi yang akan membantu dalam proses pengamatan, seperti lembar observasi guru dan observasi siswa.
d. Dalam persiapan, kita akan menyiapkan pendokumentasian yang diperlukan selama pelaksanaan penelitian.
2. Pelaksanaan Tindakan
a. Dengan melakukan apersepsi dan membacakan kata-kata bersama-sama, guru dapat meningkatkan minat siswa untuk membaca dan membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dengan menyanyikan lagu.
b. Guru membuka pelajaran dengan cara yang interaktif dan menyenangkan, menggunakan kata-kata yang telah dipilih dan dibacakan di depan kelas. Siswa diminta untuk menirukan ejaan tersebut menggunakan lafal dan intonasi yang sesuai dengan ejaannya.
c. Sebagai upaya meningkatkan interpretasi bacaan, siswa dapat mengulang pengucapan kata-kata yang tertulis pada bacaan, seperti kata "kaki".
d. Dalam pembagian kelompok siswa, kita dapat memilih untuk membagi mereka menjadi 5 kelompok yang heterogen. Hal ini akan membantu siswa yang belum lancar membaca untuk belajar dari siswa yang sudah mahir membaca. Siswa akan diajak untuk belajar membaca dengan cara yang menyenangkan. Mereka akan diberikan tiga kata oleh guru untuk dibaca bersama-sama dalam kelompok.
e. Guru akan membimbing siswa yang membutuhkan bantuan dan memberikan contoh membaca yang baik. Setelah semua siswa dapat membaca dengan tepat, mereka bisa melakukan tukar kata bersama kelompok lain. Ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi siswa untuk belajar dari teman-teman mereka dan meningkatkan kemampuan membaca mereka.
f. Guru memberikan bimbingan dalam kelompok dan membantu anak-anak untuk menguasai pelafalan kata yang sulit dengan memberikan contoh kata yang berbeda.
g. Siswa akan dapat mengerti isi bacaan dengan lebih baik ketika mereka merangkai kata-kata itu menjadi sebuah kalimat dan dapat membaca kalimat tersebut bersama-sama dengan kelompok mereka.
h. Siswa akan dapat meningkatkan kemampuan membaca mereka ketika mereka menempelkan kata-kata tersebut dan membacanya bersama-sama dengan kelompok dan individu.
i. Siswa memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan membaca mereka melalui evaluasi yang melibatkan membaca kata dengan memperhatikan lafal, intonasi, serta ketepatan dan kelancaran dalam membaca. Selain itu, mereka juga dapat menguji kemampuan membaca mereka melalui tes tertulis yang melibatkan pemahaman bacaan terhadap kata atau kalimat yang berlainan.
3. Observasi
Observasi yang dilakukan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
a. Subjek observasi yang diamati meliputi kegiatan guru dalam membukapelajaran, melakukankegiatan pembelajaran, caramengoperasikan kata, serta bagaimana membimbingsiswa hingga pada kegiatanevaluasi.
b. Selain itu, aktivitas siswa pada saat merespon dan mempergunakan metode eja juga menjadi fokus observasi.
c. Dalam penggunaan metode eja, observasi dilakukan untuk menilai tingkat keefektifan dari tindakan yang dilakukan. Dengan melakukan observasi ini, diharapkan proses belajar dapat menjadi lebih baik dan efektif.
4. Refleksi
Pada tingkatan ini, peneliti telah melaksanakan kegiatan analisis terhadap data yang terkumpul berdasarkan pengamatan yang dilakukan. Meskipun pada siklus I ini ditemukan bahwa siswamasihkesulitan dalam membacadengan huruf vokalkonsonan, dan gabungan huruf konsonan, serta metode ejaannya masih kurang besar, namun hal ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk terus berkembang dan memperbaiki pandangannya. Selain itu, suara siswa dalam membaca juga masih dapat ditingkatkan agar lebih jelas dalam pengucapannya.
Analisis data sangat penting karena dapat membantu kita mengolah informasi kuantitatif maupun kualitatif dengan lebih baik sehingga informasi tersebut menjadi lebih bermakna dan berguna. Teknik deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, yang menunjukkan bahwa data yang diperoleh dapat dijelaskan secara rinci dan terukur. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan fokus pada mencari rerata. Ini akan membantu meningkatkan keterampilan membaca Anda. Dalam menganalisis nilai, Sudijono (2017: 81) merekomendasikan penggunaan statistik deskriptif dengan mencari rerata menggunakan rumus berikut. Ini akan membantu dalam memahami data dengan lebih baik.
1. Minat Belajar Siswa
Siswa dapat menunjukkan peningkatan minat belajar melalui 5 indikator yang positif, yaitu (1) perasaansenang, (2) ketertarikansiswa, (3) keterlibatansiswa, (4) rajin dan semangat mengerjakantugas, dan (5) tekun dandisiplin belajar. Dalam bentuk tabel yang disajikan di bawah ini, informasi dapat disajikan dengan lebih terstruktur dan mudah dipahami.
Tabel 1
Kriteria Penilaian Minat Belajar Siswa

2. Hasil Belajar Siswa

Untuk menentukan tingkatan ketuntasan digunakan rumus di bawah ini.
![]()
Hasil kegiatan penelitian dinyatakan terhasil apagila minat dan hasil belajar membaca permulaan siswa telah meningkat dan nilai rerata kelas sudah mencapai target KKM sebesar 70. Selain itu ≥85% siswa kelas I SDN .................... yang mengikutikegiatanbelajar telah meningkatkan ketuntasan dan minat belajar mereka.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Dari hasil observasi awal kelas, sebanyak 7 orang atau sekitar 26,92% sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai ≥ 70. Meskipun demikian, masih ada 19 orang atau sekitar 73,08% siswa yang belum mencapai KKM. Namun, kita tetap optimis bahwa siswa-siswa tersebut akan terus berusaha dan bisa mencapai KKM di masa yang akan datang. Penjelasan mengenai minat belajar siswa kelas I SDN .................... pada observasi keadaan awal menunjukkan bahwa 10 dari 26 siswa (38,46%) telah menunjukkan minat belajar yang baik. Meskipun demikian, masih ada 16 siswa (61,54%) yang memiliki potensi untuk meningkatkan minat belajarnya.
Hasil kegiatan siklus pertama menunjukkan adanya peningkatan dalam hasil belajar dengan rata-rata sebesar 64,62. Selain itu, sebanyak 15 siswa atau 57,69% telah tuntas belajar dan siap melanjutkan ke tahap berikutnya. Meskipun masih ada 11 siswa yang belum tuntas, namun masih ada kesempatan untuk meningkatkan hasil belajar mereka di siklus berikutnya. Dari penilaian minat belajar 26 siswa, sebanyak 17 siswa (65,38%) telah berhasil menyelesaikan pembelajaran dengan baik berdasarkan minat belajarnya. Sementara itu, 9 siswa (34,62%) masih memiliki potensi untuk meningkatkan minat belajarnya agar dapat menyelesaikan pembelajaran dengan lebih baik lagi. Dari penjelasan di atas, dapat diharapkan bahwa pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus kedua akan membawa kemajuan yang signifikan dan semua indikator keberhasilan dapat tercapai.
Pada pelaksanaan siklus kedua, sebanyak 23 siswa atau 88,46% berhasil menyelesaikan tugas dengan baik. Meskipun ada 3 siswa atau 11,54% yang belum tuntas, namun nilai rata-rata secara klasikal sebesar 76,92 menunjukkan kemajuan yang positif. Dari 26 siswa yang dinilai minat belajarnya, sebanyak 24 siswa (92,31%) berhasil menyelesaikan pembelajaran dengan baik. Dari perolehan nilai pada tiap tahapan siklusnya dapat disimpulkan bahwa rata-rata klasikal tes hasil belajar telah memenuhi target KKM yaitu ≥70. Jumlah siswa tuntas baik dari hasil maupun minat secara klasikal mencapai kriteria keberhasilan sebesar ≥85% sehingga dapat dinyatakan bahwa proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil dan tuntas pada siklus II
B. Pembahasan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Setelah dilakukan analisa terhadap data yang diperoleh, hasil penelitian menunjukkan hasil yang positif sebagaimana penjelasan berikut:
a. Hasil belajar
Setelah melakukananalisa terhadapdata yang diperoleh dari duasiklus yang dilaksanakan, bisa ditarik kesimpulan mengenai penggunaan metode eja pada pembelajaran Bahasa Indonesia yang terbukti secara positif meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Materi membaca permulaan menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan hasil proses pembelajaran. Dalam tabel di bawah ini, terdapat informasi yang sangat berguna dan dapat membantu kita untuk memahami situasi dengan lebih baik.
Tabel 2
Rekapitulasi Hasil dan Ketuntasan Belajar Siswa pada Studi Awal, Siklus I dan Siklus II

Penjelasan tabel di atas membuktikan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai hasil dan ketuntasan belajar siswa dari kondisi awal hingga siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 53,08 menjadi 64,62 pada siklus pertama dan bahkan mencapai 76,92 pada siklus kedua. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan yang positif dalam proses belajar mengajar. Peningkatan ketuntasan belajar sangat signifikan dari 7 siswa atau 26,92% menjadi 15 siswa atau 57,69% dan 23 siswa atau 88,46% pada siklus kedua. Dengan melihat diagram batang di bawah ini, kita dapat lebih memahami peningkatan ketuntasan belajar siswa.
![]() |
Gambar 2
Grafik Peningkatan Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I dan II
Grafik di bawah ini menunjukkan peningkatan yang
positif dalam rerata hasil belajar secara klasikal pada pembelajaran
bahasa Indonesia materi membaca permulaan menggunakan
metode eja. Hal ini menunjukkan bahwa metode eja efektif dalam meningkatkan
pemahaman siswa dalam membaca permulaan.
b. Minat Belajar Siswa
Dari hasil analisis, terlihat adanya peningkatan minat siswa pada pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan metode eja siswa pada setiap siklus perbaikan pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa siswa semakin tertarik dan termotivasi dalam belajar membaca permulaan.
Tabel 3
Rekapitulasi Peningkatan Minat Belajar pada Studi Awal, Siklus I dan Siklus II

Data di atas membuktikan
adanya peningkatan
yang signifikan dalam jumlah siswa yang tuntas dari waktu ke waktu. Pada siklus
pertama siswa tuntas menjadi 17 siswa atau 65,38%, dan pada siklus kedua, siswa
tuntas meningkat menjadi 26 siswa atau 92,31%. Hal ini menunjukkan bahwa minat
belajar siswa semakin meningkat dan memberikan harapan yang baik untuk masa
depan mereka. Dapat dilihat dengan jelas bahwa terdapat peningkatan kemampuan
siswa selama proses perbaikan pembelajaran seperti yang tergambar pada gambar
di bawah ini.
Dari hasil penilaian observasi, bisa ditarik kesimpulan sebetulnya proses perbaikan pembelajaran dikategorikan berhasil. Minat belajar siswa meningkat menjadi 100% melewati batas minimal 85% yang telah ditetapkan pada indikator keberhasilan. Berdasarkan pertimbangan yang telah diuraikan sebelumnya, peneliti dan observer sepakat bahwa siklus II menandakan akhir dari kegiatan perbaikan pembelajaran.
Peningkatan minat dan hasil belajar membaca permulaan pada siswa kelas I SDN .................... sangat baik karena tindakan pembelajaran menggunakan metode eja dan guru telah menggunakan media yang tepat. Hal ini sejalan dengan pendapat Noviar Masjidi (dalam Hana, 2020:9) bahwa membaca adalah bagian penting dari perkembangan bahasa karena melibatkan kemampuan untuk menerjemahkan simbol atau gambar menjadi suara yang dikombinasikan dengan kata-kata. Hal ini dikarenakan anak senang memperoleh informasi bahwa kegiatan membaca mampu memberikan suatu informasi yang berguna dan bermanfaat.
Penggunaan metode eja dalam pembelajaran dapat membantu anak memahami bahwa proses membaca melibatkan pengenalan huruf, suku kata, dan kata-kata yang akan membantu mereka menjadi lebih mahir dalam membaca. Dalam mengajarkan membaca, anak akan dikenalkan dengan kata-kata yang kemudian diuraikan menjadi huruf-huruf. Zubaidah (dalam Syamsiah.2022:226) menjelaskan bahwa huruf kecil sebaiknya dikenalkan pada anak dalam pembelajaran membaca, karena anak di SD akan lebih mudah mengenal dan mengerti tata cara penempatan huruf kecil pada kegiatan membaca dan menulis. Penggunaan huruf kecil diharapkan akan mempermudan anak pada proses pengenalan huruf, anak-anak mudah dalam membaca. Selain itu, dalam mengajarkanmembaca, sebaiknya dilaksanakan dengan proses penggulangan yang bertujuan supaya anak menjadi lebih terampil pada saat membaca kata. Guru memberikan dorongan positif dalam bentuk pemberian reward sehingga anak akan meningkat motivasinya untuk belajar membaca. Metode eja yang dikombinasikan dengan gambar yang digunakan sangat inovatif. Peneliti telah membuat media yang sangat efektif yaitu media eja yang menarik untuk membantu meningkatkan minat belajar. Setelah diskusi dengan kepala sekolah dan teman sejawat dapat ditarik kesimpulan mengenai kegiatan perbaikan penelitian dan dinyatakan selesai serta bisa dilanjutkan ke pembelajaran berikutnya.
SIMPULAN DAN SARAN
A Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan tindakan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Penggunaan metode eja berhasil meningkatkan minat belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis permulaan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam minat belajar siswa. Pada kondisi awal, hanya 10 siswa atau 38,46% yang menunjukkan minat belajar yang tinggi. Namun, pada siklus pertama, angka ini meningkat menjadi 17 siswa atau 65,38%. Bahkan, pada siklus kedua, minat belajar siswa meningkat menjadi 92,31% atau 24 siswa. Ini menunjukkan bahwa siswa semakin tertarik dan termotivasi untuk belajar.
2. Penerapan metode eja berhasil meningkatkan hasil dan ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis permulaan. Terbukti dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari 53,08 menjadi 64,62 pada siklus pertama dan 76,92 pada siklus kedua. Prestasi belajar mengalami peningkatan yang signifikan dari 7 siswa atau 26,92% menjadi 15 siswa atau 57,69% dan bahkan mencapai 23 siswa atau 88,46% pada siklus kedua.
B Saran Tindaklanjut
1. UntukSiswa
Dengan selesainya kegiatan pembelajaran membaca dengan metode eja siswa akan semakin bisa memacu kemampuan membacanya pada tahap dan tingkatan selanjutnya.
2. UntukGuru
Kegiatan membaca permulaan menggunakan metode eja akan menjadi lebih menarik dan memperjelas pandangan siswa jika menggunakan media yang sesuai. Pembelajaran membaca permulaan menggunakan metode eja diharapkan dapat menjadi solusi dan pendorong siswa untuk memiliki keterampilan membaca dengan berbagai gabungan huruf secara bervariasi.
3. UntukSekolah
Penggunaan metode eja dapat menjadi langkah positif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Sarana dan prasarana serta fasilitas pembelajaran akan dioptimalkan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan mutu pendidikan di sekolah dapat meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Agusalim dan Suyanti. 2021. Konsep dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas Rendah. Yogyakarta : Percetakan Bintang.
Aisyah, Siti. 2020. Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Whole Language di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 43, 1147-1148.
Arikunto, Suharsimi. 2019. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka cipta
Djaali. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Ferawati. 2022.Gaya Mengajar Inklusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Gerak Spesifik Servis Bawah Bola Voli Siswa Kelas VII. Jurnal Patriot.. Volume 4 Nomor 4 Tahun 2022. ISSN Online: 2714-6596 ISSN Cetak: 2655-4984. 273-286
Firdaus, Zulfian 2018 Pengaruh Motivasi Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya Penelitian Survei terhadap Siswa Kelas VIII Tahun Pelajaran 2017/2018 di SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya. Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.
Koyimah. 2021. Penerapan Pembelajaran Think Pair Share Untuk Menaikkan Minat dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa Kelas II SDN Ciporos 05 Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Jurnal Nuansa Akademik Jurnal Pembangunan Masyarakat. (p)ISSN: 1858-2826; (e)ISSN: 2747-0954. Vol. 6 No. 2, Desember 2021, p. 115 – 126
Liestiana, Hana. 2020.Pengaruh Penggunaan Media Kartu Kata Bergambar Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun di TK Dharma Wanita Hanura. Indonesian Journal Of Early Childhood Issues. Vol 3, No 1 (2020). 1-11
Muammar. 2020. Membaca Permulaan di Sekolah Dasar. Cetakan 1 : November 2020. Mataram : Sanabil.
Munar, Hendri. 2020.Upaya Meningkatkan Hasil Pembelajaran Gerak Dasar Lompat Melalui Pendekatan Bermain Lompat Lingkar Berwarna Indonesion Journal of Sport Science and Coaching E-ISSN 2685-9807 Volume 02, Nomor 01, Tahun 2020, Hal. 01 -12
Nafi’ah, Siti A. 2018. Model Model Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SD/MI. Yogyakarta:Ar-Ruzz Media
Nofika, Revina Ayu. 2022. Stimulasi Guru dalam Kemampuan Membaca Permulaan Anak di Taman Kanak-kanak Sabbihisma 4 Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022. 12613-12620
Pardjono, dkk. 2017. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta
Satria Abdi Negara, Wayan. 2022. Peranan Perpustakaan Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa di SDN 2 Cupel. Indonesian Research Journal on Education: Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 2 No 1 Tahun 2022. 283-289
Slameto, 2016. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi,Jakarta: Rineka.
Sudijono. Anas. 2017. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Gravindo. Persada.
Syafaruddin, 2019. Guru, Mari Kita Menulis Penelitian Tindakan Kelas PTK Yogyakrta: Deepublish, 2019, 79.
Syamsiah.2022. Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia Dini Dengan Media Kartu Huruf Kelompok B TK Negeri Pembina Mataram . Anwarul. Jurnal Pendidikan dan Dakwah Volume 2, Nomor 2, April 2022; 217-230
Wahidah. 2016. Pengaruh Media Kartu Kata Terhadap Keterampilan
Membaca
Permulaan Bahasa Indonesia Siswa Kelas I Sd Inpres 6/75 libueng
Kecamatan Tonra Kabupaten Bone. Skripsi Universitas Muhammadiyah
Makassar: tidak diterbitkan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Y, Slamet. 2017. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah dan Kelas Tinggi Sekolah Dasar. Surakarta: UNS Press








0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar, hindari unsur SARA.
Terima kasih