PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATERI PERUBAHAN CUACA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS III
SDN ....................... SEMESTER 2
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
.......................
1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Terbuka
2 Prodi, Fakultas, Perguruan Tinggi
e-mail : …………………………………………..
ABSTRAK
Pelaksanaan penelitian berdasar pada tingkat minat dan hasil belajar materi perubahan cuaca yang rendah. Subjek penelitian sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat belajar sebanyak 9 siswa (36,00%) pada prasiklus, meningkat 18 siswa (74%) dan diakhir siklus kedua sebesar 92% atau 23 siswa. Perolehan nilai rerata secara klasikal sebesar 58,00 meningkat 68,00 dan 78,00. Adapun ketuntasan belajar dari 6 siswa (24%) menjadi 15 siswa (60%) dan 22 siswa atau 88% pada siklus terakhir. Penjelasan di atas membuktikan bahwa penggunaan media gambar terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar.
Kata kunci : minat, hasil belajar, media gambar
PENDAHULUANx
A. LatarxBelakangxMasalah
Fakta yang muncul pada awal kegiatan penelitian menunjukkan bahwa masih ada kesempatan bagi guru untuk meningkatkan penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran. Guru memiliki panduan yang jelas dalam mengajar, yaitu materi yang terdapat pada buku siswa dan buku guru. Hal tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan ketersediaan media pembelajaran di sekolah. Guru menyoroti bahwa peserta didik dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap pelajaran tematik dengan lebih mendalam sehingga dapat lebih mudah diaplikasikan pada kesehariannya. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara guru meningkatkan kualitas penyampaian materi agar lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, peserta didik akan lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran. Dengan usaha yang tepat, peserta didik dapat mencapai KKM dalam waktu dekat. Kesamaan kasus terjadi pada pembelajaran muatan bahasa Indonesia di kelas III SDN ....................... khususnya pada pembelajaran perubahan cuaca. Keadaan ini terlihat dari hasil kegiatan awal di mana dari 25 siswa terdapat 6 siswa (24%) memenuhi KKM (≥70) dan 19 siswa lain atau (76%%) tidak memenuhi target KKM. Penjelasan penilaian minat belajar memberikan fakta hanya terdapat 9 siswa atau 36% siswa tuntas dan 16 siswa atau 64% belum tuntas.
Belajar merupakan rangkaian kegiatan yang memungkinkan seseorang untuk mengalami perubahan positif pada dirinya. Perubahan sebagai hasil proses belajar adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi pada individu. Ini menunjukkan bahwa proses belajar dapat membawa banyak manfaat positif bagi individu. Pembelajaran kontekstual memberikan penekanan kepada prosedur, yaitu bermacam aktivitas siswa yang diperuntukkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan oleh pembelajaran yang diikutinya. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki kesempatan untuk terus belajar dan berkembang. Siswa memiliki kesempatan untuk meningkatkan nilai mereka dengan menunjukkan penampilan yang baik sehari-hari ketika belajar. "Ada banyak cara untuk mengukur hasil belajar, seperti melalui proses kerja, hasil karya, penampilan, rekaman, dan tes." (Komalasari, 2017:18).
Minat merupakan sesuatu yang dapat mempengaruhi perasaan seseorang terhadap subjek tertentu, termasuk minat dan sikap positif terhadap materi pelajaran. Minat selalu berubah-ubah, tetapi itu menunjukkan keinginan untuk aktif dan mencoba hal-hal baru. Saya memiliki kebebasan untuk memilih kegiatan yang saya sukai dan lebih memilih untuk fokus pada hal-hal yang saya minati. Minat tidak hanya didasarkan pada kegiatan kegiatan yang disukai dan dipilih sendiri oleh seseorang, melainkan minat juga didasarkan pada kesadaran seseorang terhadap suatu objek. Hal tersebut dijelaskan oleh Arikunto (2016:143) bahwa minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, suatu masalah atau situasi yang mengandung kaitan dirinya. Hal tersebut dijelaskan menurut Hamalik (2017:43) menyampaian pandangan mengenai minat yang merubahan perubahan wujud dari kekuatan yang muncul dari dalam diri pribadi individu dengan ciri-ciri munculnya kekuatan dan upaya dalam meraih suatu tujuan yang telah ditentukan.
Penjelasan dari suryani (dalam Amanullah, 2020:37) menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah batu loncatan yang sangat efektif pada proses penyaluran fakta-fakta dan memfasilitasi proses belajar siswa. Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat, siswa dapat lebih mudah menyerap informasi, merangsang pikiran dan perasaan mereka, serta memotivasi mereka untuk belajar dengan lebih baik. Hal ini dapat membantu terciptanya proses belajar yang lebih efektif, bertujuan, dan terkendali.
Penggunaan media gambar atau foto dalam pembelajaran sangat realistis dan praktis, terutama apabila diterapkan pada anak usia sekolahxdasar. Media grafis ini dapat memicu perhatian, memperkuat ide, memetakan, dan memperkuat fakta sehingga memudahkan siswa untuk memahami dan mengingat materi pembelajaran. (Sadiman. 2018:30). Menurut Arsyad (dalam Hery, 2020:198) menyatakan “Media gambar dapat menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara materi pelajaran dengan dunia nyata”. Menurut peneliti menyatakan bahwa media gambar merupakan suatu media yang mudah untuk dipelajari dan dibutuhkan dalam proses belajar mengajar serta media gambar tidak sulit untuk ditemukan dan dalam proses penggunanan yang mempermudah guru dalam menerangkan materi serta media gambar memiliki daya tarik tersendiri sehingga siswa mampu menerima pembelajaran dengan mudah. Menurut Septanto & Dirgantara (2020:101), menjelasakan detail dan definisi dari media pembelajaran adalah sarana yang sangat berguna dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi komunikasi antara pengajar dan siswa. Media pembelajaran ini berupa alat audio visual yang dapat dilihat dan didengar sehingga dapat membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih baik. Dalam membuat media pembelajaran, tenaga pendidik dapat menunjukkan kreativitas dan inovasi yang luar biasa. Media pembelajaran yang kreatif dan inovatif akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih antusias dalam belajar.
Media gambar yang tergolongan pada jenis media dua dimensi memiliki keunggulan karena hanya memilikixukuranxpanjang danxlebar yang memungkinkan untuk lebih mudah diproses dan disimpan. Yang menarik dari media gambar adalah bahwa terdapat beragam jenisnya, seperti lukisan, hasil foto, tampilan grafik, bentuk bagan maupun bentuk diagram, gambar kartun, gambar komik, gambar poster, tampilan peta dan masih banyak lagi. Media jenis gambar akan berkembang seiring dengan kemajuanxteknologi, termasuk gambar fotografi yang semakin canggih. Ada banyak sumber yang bisa digunakan untuk mendapatkan gambar dan hasil fotografi, seperti suratxkabar, xmajalah, xbrosur, dan buku-buku. Bentukan gambar, bentuk lukisan, film animasi kartun, xilustrasi, dan xfoto dari berbagai sumber dapat dijadikan pedoman oleh guru untuk digunakan pada kegiatan belajar yang dapat diterapkan pada jenjang yang berlanjut pada tiap tahapan pendidikan dan pengembangan disiplin ilmu (Titik. 2020:255)
B. RumusanxMasalah
Merujuk pada penjelasan di atas, maka dapat ditentukan rumusan masalah yang menjadi perhatian penelitian :
1. Bagaimana peningkatanxminat siswa kelas III SDN ....................... Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023 padaxpembelajaran materi perubahan cuaca melaluixpenggunaan mediaxgambar?
2. Bagaimana peningkatan hasilxbelajarxsiswa kelas III SDN ....................... Semester 2xTahun Pelajaran 2022/2023 padaxpembelajaran materi perubahan cuaca melaluixpenggunaan mediaxgambar?
C. TujuanxPenelitianxPerbaikanxPembelajaran
Dari penjelasan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian perbaikan pembelajaran :
1. Mendeskripsikanx peningkatan minat siswa kelas kelas III SDN ....................... Semester 2xTahun Pelajaran 2022/2023 padaxpembelajaran materi perubahan cuaca melaluixpenggunaan mediaxgambar.
2. Mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas kelas III SDN ....................... Semester 2xTahun Pelajaran 2022/2023 padaxpembelajaran materi perubahan cuaca melaluixpenggunaan mediaxgambar.
D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Berdasarkan tujuan penelitian ini, maka manfaat pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut:
- Siswa
Untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dan mengembangkan jiwa kerja sama menghargai satu sama lain, membangun kepercayaan diri, dan saling menghormati satu dengan yang lain.
- Guru
Apabila perolehan produk kegiatan penelitian mampu meningkatkan prosedur pembelajaran menjadi meningkat kualitasnya, sehingga bisa menjadi acuan untuk guru-guru agar dapat mempergunakan media gambar pada pelaksanaan pembelajaran dengan tujuan agar materi yang disampaikan dapat terserap secara maksimal oleh para siswa sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan.
- Sekolah
Dapat dijadikan pedoman dalam rangka peningkatkan kemampuan para guru-gurunya dalam pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan media gambar dengan harapan hasilxbelajar siswa menjadi lebih maksimal.
METODE
Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagma (dalam Amar. 2022:85), Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan sebuah kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kinerjanya dalam mengajar dan hasil belajar siswa. Dalam PTK, guru dapat merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakannya secara kolaboratif dan partisipatif. Dengan demikian, PTK dapat membantu guru untuk mencapai tujuan yang lebih baik dalam mengajar dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan mutu, proses, praktik, dan hasil pembelajaran yang akan membawa dampak positif bagi siswa. Terdapat empat tahapan yang dapat dilalui dalam penelitian ini yaitu perencanaan,xpelaksanaan, xpengamatan (observasi), dan xrefleksi. Gambar 1 menunjukkan bahwa terdapat model dan penjelasan untuk setiap tahap. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki sumber daya yang cukup untuk memahami setiap tahap dengan baik dan mengatasi tantangan yang mungkin muncul.

Gambar 1 ModelxPenelitianxTindakanxKelas (Arikunto,x2016:63)
Kegiatan penelitian materi perubahan cuaca dengan menggunakan media gambar telah dilakukan dengan dua siklus. Penelitian akan segera selesai begitu hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahap ini adalah menerapkan rencana pembelajaran yang telah direncanakan dengan baik, yang akan membantu mencapai tujuan yang diinginkan dengan uraian sebagai berikut :
1. Siklus I
a. Perencanaanx(planing)
1) Melakukan penyusunan rencana tindakan dalam bentuk RPP menggunakan media gambar
2) Membuat dan menyediakan media pembelajaran yang difungsikan pada pembelajaran yaitu media gambar
3) Membuat instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi siswa dan lembar observasi guru
4) Membuat soal tes formatif yang akan digunakan untuk menilai peningkatan hasil belajar siswa
b. Pelaksanaanx(acting)
1) Membuat perangkat pembelajaran yang akan membantu proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
2) Ajaklah rekan dan guru untuk bersama-sama mengamati dan memperhatikan proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
3) Menggunakan media gambar dalam kegiatan pembelajaran akan membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif.
4) Kita akan memberikan tes untuk menguji pemahaman tentang perubahan cuaca.
5) Mendiskusikan hasil pengamatan dan tes formatif siswa setelah penerapan media gambar pada kegiatan belajar siswa.
6) Menyusun refleksi hasil penelitian adalah langkah positif untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ditemukan
7) Melakukan pengolahan data pada akhir kegiatan penelitian.
c. Pengamatanx(observation)
1) Melaksanakan observasi kegiatan penelitian untuk mendapatkan data-data yang akurat yang berkaitan dengan hasil penelitian.
2) Menilai penerapan media gambar pada materi yang dibahas yaitu materi perubahan cuaca
3) Melihat potensi positif dari keterhubungan antara penggunaan media gambar. dengan peningkatan minat dan hasil belajar materi perubahan cuaca.
d. Refleksix(reflecting)
1) Melakukan refleksi terhadap hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan hasil pengamatan, data-data hasil tes dan peningkatan minat serta hasil belajar
2) Melakukan kajian terhadap hasil proses pembelajaran pada siklus sebelumnya untuk dijadikan landasan bagi pelaksanaan siklus selanjutnya serta penentuan tingkat keberhasilan penelitian.
2. Siklus II
Penjelasan mengenai pelaksanaan siklus kedua pada prinsipnya sama dengan pelaksanaan siklus pertama. Pada siklus kedua penyusunan rencana dan tindakan didasarkan pada hasil refleksi pelaksanaan siklus pertama dengan harapan pada pelaksanaan siklus kedua semua indikator keberhasilan dapat tercapai.
Kegiatan analisis data merupakan kegiatan inti penelitian. Pada kegiatan ini seluruh data yang terkumpul akan dianalisis dengan teknik kualitatif dan kuantitatif untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan pada setiap siklusnya. Analisis data pada penelitian ini meliputi :
1. DataxHasil Pengamatan MinatxBelajar Siswa
Peningkatan minat belajar dinilai menggunakan 4 indikator. Hasil perolehan nilai kemudian dikategorikan menjadi 4 kriteria, yaitu SangatxBaik (SB), Baikx (B), Cukupx (C), dan Kurangx (K).
Tabelx1
Penilaianx HasilxObservasixMinatxBelajarxSiswa

2. DataxHasilxBelajar
Perolehan data kegiatan tes formatif pada setiap tahapan siklus
penelitian kemudian dirangkum dan dilakukan pengolahan data. Rumus yang
digunakan yaitu :
Kriteria keberhasilan dalam kegiatan penelitian tindakan kelas ini dapat ditetapkan sebagai berikut.
1. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila siswa memperoleh nilai ≥KKM yaitu ≥ 70 dan ≥85% dari siswa yang mengikuti kegiatan penelitian tuntas belajarnya.
2. Prosesxperbaikanxpembelajaran dinyatakan memenuhi kriteria keberhasilan dengan pedoman ≥85% dari seluruh siswa meningkat minatxbelajarnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Data sebelum pelaksanaan penelitian menunjukkan perolehan nilai rerata hasil belajar sebesar 58,00. Tingkat ketuntasan menunjukkan angka 24,00% atau 6 siswa dan 19 siswa atau 66,00% dalam kriteria belum tuntas. Pada penilaian minat belajar dapat dijelaskan bahwa siswa tuntas sebanyak 9 siswa atau 36,00% sedangkan siswa belum tuntas sebanyak 64,00% atau 16 siswa dari jumlah seluruh siswa sebanyak 25 siswa.
Pada siklus pertama setelah pembelajaran menggunakan media gambar rata-rata hasil belajar siswa mengalami kenaikan menjadi 68,00. Sebanyak 15 siswa (60,00%) telah mencapai tingkat ketuntasan belajar, dan masih ada 10 siswa (40,00%) yang sedang dalam proses untuk mencapai tingkat tersebut. Terdapat peningkatan minat belajar sebanyak 18 siswa atau 72,00%. Meskipun ada 7 siswa yang belum tuntas, tetapi tetap ada kemungkinan mereka akan menyelesaikan tugas mereka.
Kegiatan siklus II menunjukkan hasil nilai rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 78,00. Sebanyak 22 siswa (88,00%) dari total 25 siswa telah mencapai tingkat ketuntasan belajar. Ini menunjukkan kemajuan yang sangat baik dalam pembelajaran mereka. Perolehan rerata hasil hasil belajar yaitu 78,00, yang berarti memenuhi KKM ≥70 dengan siswa tuntas sebanyak 22 siswa atau 88,00%, yang menunjukkan pencapaian yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa proses perbaikan pembelajaran telah berhasil dan tuntas pada pelaksanaan siklus II dengan mencapai kriteria keberhasilan sebesar 85% dalam ketuntasan belajar. Penilaian minat belajar, ternyata minat siswa terhadap perubahan cuaca mencapai angka 92,00%. Ini menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik dan antusias dalam mempelajari topik ini. Hal ini menunjukkan bahwa minat siswa terhadap perubahan cuaca sangat tinggi, melampaui batasan ≥85% dari jumlah seluruh siswa dikategorikan tuntas belajar. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan penelitian dikategorikan berhasil dan selesai pada siklus kedua.
B. Pembahasan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Pembahasan hasil penelitian difokuskan pada pengolahan data-data hasil penelitian yaitu hasil, ketuntasan dan minat belajar siswa dengan penjelasan :
1. Hasil Belajar
Proses analisis data dari pelaksanaan penelitian dalam dua siklus menggunakan media gambar pada materi cuaca memunculkan hasil yang semakin membaik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar terbukti efektif sebagai upaya peningkatan hasil belajar siswa.
Tabelx2
RekapitulasixHasil Belajar Siswaxpada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II
|
No |
Siklus |
Nilai |
Ketuntasan |
|||
|
Tuntas |
% |
BlmTuntas |
% |
|||
|
1 |
Awal |
58,00 |
6 |
24,00 |
19 |
76,00 |
|
2 |
Siklus I |
68,00 |
15 |
60,00 |
10 |
40,00 |
|
2 |
Siklus II |
78,00 |
22 |
88,00 |
3 |
12,00 |
Penjelasan secara rinci yang terkait
dengan peningkatan hasil dan ketuntasan belajar dijelaskan di bawah ini.
Gambar 2
DiagramxBatangxPerbandingan Angka NilaixRerata Hasil Belajar, dan KetuntasanxBelajarxpada KondisixAwal, SiklusxI dan SiklusxII
2. Minat Belajar
Hasil pengolahan data kegiatan observasi peningkatan minat belajar siswa pada tahapan-tahapan penelitian dijelaskan tabel berikut :
Tabel 3
RekapitulasixPeningkatanxMinat Belajar Siswa pada KondisixAwal, SiklusxI dan SiklusxII
|
Nox |
Siklus |
Ketuntasan |
Ket |
|||
|
Tuntasx |
% |
BelumxTuntas |
% |
|||
|
1 |
Awal |
9 |
36,00 |
16 |
64,00 |
|
|
2 |
Siklus I |
18 |
72,00 |
7 |
28,00 |
|
|
3 |
Siklus II |
23 |
92,00 |
2 |
8,00 |
|
Untuk lebih jelasnya peningkatan
minatxbelajar dari hasil pengolahan data hasil
observasi tersaji
pada gambar berikut :
Gambar 3
Peningkatan Minat Belajar pada pada KondisixAwal, SiklusxI dan SiklusxII
Keberhasilan proses pembelajaran pada siklus kedua disebabkan karena pemahaman siswa terhadap penyajian media gambar sudah baik, ini terbukti semua siswa dapat perubahan cuaca dengan baik dan benar sesuai dengan peraga gambar yang ditampilkan. Setelah melakukan diskusi dapat disimpulkan mengenai hasil pelaksanaan pembelajaran telah selesai dan sehingga proses belajar siswa bisa diteruskan materi berikutnya. Meskipun ada siswa yang belum tuntas, namun akan diberikan bimbingan individu dengan pelaksanaan program remidial.
Pada penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan pada siswa kelas III SDN ....................... pada muatan bahasa Indonesia materi perubahan cuaca. Penelitian ini menggunakan media gambar dengan menggunakan 2 siklus kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat dan hasil siswa. Siswa mampu mendapatkan hasil dengan mencapai di atas KKM 70. Peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan media gambar juga dikuatkan dengan adanya peningkatan perolehan hasil tes pada tiap siklusnya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sudjana (dalam Evita. 2020:295) yang menjelaskan bahwa Setiap siswa memiliki kemampuan yang dapat ditingkatkan melalui pengalaman belajar yang diperoleh. Menurut Purwanto (2017:85), hasil belajar dapat mengarah kepada perubahan tingkah laku yang lebih baik. Meskipun ada kemungkinan perubahan tingkah laku yang lebih buruk, namun hal tersebut dapat dihindari dengan upaya yang tepat.
Analisis menunjukkan bahwa aktivitas guru dan minat belajar meningkat sehingga hasil belajar siswa meningkat. Peningkatan minat belajar siswa menjadi lebih baik karena penggunaan media gambar yang terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa. siswa lebih fokus dalam belajar dan bekerjasama secara berkelompok, sehingga siswa giat dalam pemecahan masalah-masalah yang menjadi tugas dari guru. Siswa memiliki kesempatan untuk belajar secara lebih baik dan sungguh-sungguh, dan menyepakati hasil diskusi bersama. Keadaan ini membuat siswa lebih santai dan nyaman sehingga mempermudah siswa dalam menyerap materi pembelajaran. Siswa menjadi lebih percaya diri dalam memaparkan hasil kerjanya. Penjelasan di atas sesuai dengan pendapat Muhibbin Syah (dalam Dina. 2020: 274) yang menjelaskan bahwa minat adalah kecenderungan dari kegiatan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu dan hal ini memberikan gambaran bahwa sebuah rasa minat terhadap suatu objek harus didasarkan pada keinginan yang kuat dan bukan hanya berdasar keinginan yang biasa atau kurang kuat, dan didukung oleh pernyataan Hamalik (2017:43) menjelaskan bahwa minat merupakan metamorfosis dari kekuatan yang muncul dari dalam pribadi masing-masing individu yang dicirikan dengan kemunculan dorongan serta aksi dan reaksi dalam upaya pencapaian tujuan.
Berdasarkan data-data yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar telah berhasil meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas I SDN ....................... pada Semesterx2xTahunxPelajaranx2022/2023.
SIMPULAN DANx SARAN
A. Simpulanx
Dari hasil kegiatan penelitian yang telah dilakukan dan berdasarkan hasil analisis data hasil penelitian, maka peneliti memberikan beberapa kesimpulan yaitu :
1. Implementasi media gambar pada materi perubahan cuaca sangat efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa. Terbukti dari peningkatan minat belajar yang signifikan dari 36% atau 9 siswa pada studi awal menjadi 72% atau 18 siswa pada siklus I, dan menjadi 92% atau 23 siswa pada akhir siklus. Ini menunjukkan bahwa siswa semakin tertarik dan antusias dalam mempelajari materi perubahan cuaca.
2. Implementasi media gambar dalam pembelajaran materi perubahan cuaca sangat efektif dalam meningkatkan hasil dan ketuntasan belajar siswa. Hal tersebut menunjukkan hasil yang sangat positif, karena terjadi peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata hasil belajar siswa. Pada awalnya, nilai rata-rata hanya 58,00, namun pada siklus pertama meningkat menjadi 68,00 dan pada akhir siklus kedua mencapai 78,00. Selain itu, ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan yang cukup besar, dari hanya 6 siswa pada awalnya menjadi 15 siswa pada siklus pertama, dan meningkat lagi menjadi 22 siswa pada akhir siklus kedua, mencapai 88,00%. Ini menunjukkan bahwa program pembelajaran terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa walau masih ada tiga siswa (12,00%) yang belum tuntas belajarnya, namun secara keseluruhan semua kriteria keberhasilan telah tercapai pada siklus kedua, kepada siswa belum tuntas akan diberikan program remidial.
B. Saran Tindak Lanjut
Sesuai dengan penjelasan kesimpulan di atas, peneliti memberikan pendapat tentang saran dan tindak lanjut penelitian :
1. Saran
a. Saran bagi Siswa
Pada kegiatan pembelajaran pembelajaran, keaktifan dan hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh keaktifan dan kesenangan siswa mengikuti kegiatan belajar, sehingga jika siswa aktif dan menyukai proses pembelajaran, hasil belajarnya akan semakin baik. Siswa akan merasa senang dan terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran tersebut akan bermakna bagi mereka.
b. Saran bagi Guru
Guru memiliki kesempatan untuk menjadi motivator, organisator, dan evaluator yang lebih baik lagi. Dengan demikian, perencanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan matang dan efektif. Kunci keberhasilan guru dalam mengelola pembelajaran adalah dengan memulai dari perencanaan pembelajaran yang baik. Perencanaan sangat penting untuk membantu guru dalam menentukan langkah-langkah pengajaran yang tepat. Selain itu, perencanaan juga membantu dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan perencanaan yang matang, guru dapat merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan yang mungkin muncul.
c. Saran bagi Sekolah
Implementasi media gambar pada kegiatan pembelajaran, guru memiliki kesempatan untuk menjadixmotivator, xorganisator, dan xevaluator yang lebih baik lagi. Dengan demikian, perencanaanxpembelajaran dapat dibuat dengan matang dan efektif. Kunci keberhasilan xguru xdalam xmengelola xpembelajaran adalah dengan memulai dari perencanaan xpembelajaran. Perencanaan sangat penting untuk membantu guru dalam menentukan xlangkah-langkah pengajaran yang tepat. Selain itu, perencanaan juga membantu dalam mengantisipasi permasalahan yang mungkin terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan perencanaan yang matang, kita dapat memastikan bahwa pembelajaran akan berjalan dengan lancar dan efektif..
2. Tindak Lanjut
a. Guru hendaknya dapat meningkatkan kinerjanya agar pencapaian arah pembelajaran yang lebih baik bisa dengan mudah dicapai. Kegiatan penelitian ini memberikan kesempatan guru dalam peningkatan kompetensi baik secara pribadi maupun kelompok. Kemampuan guru dalam berinovasi menjadi kunci pokok keberhasilan pembelajaran yang dikelolanya sehingga dapat mencegah timbulnya masalah yang sama di masa depan.
b. Manfaat yang sangat positif akan dapat dirasakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan karena kegiatan penelitian ini akan memberikan wawasan yang luas sebagai upaya peningkatan baik secara individu maupun kelompok sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Dengan demikian, kemungkinan besar prestasi belajar siswa akan meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Amanullah, M. A. 2020. Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Digital Guna Menunjang Proses Pembelajaran Di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 81, 37.
Arikunto, S. 2016. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Aulia, Dina. 2020. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Gaya Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ekonomi. Jurnal Salingka Nagari. Published by Universitas Negeri Padang Vol. 01 No. 2, 2022 Page 268-277
Hamalik, Oemar. (2017). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Bumi Aksara
Harliza, Titik. 2020. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Dan Kognitif Pada Anak Usia Dini Studi Pada Kelompok A Kelurahan Talang Ulu DIADIK: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 10 2 2020 p-ISSN 2089-483X e-ISSN 2655-8130. 254-262
Komalasari, Kokom. 2017. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: Reflika Aditama.
Makruf, Amar. 2022. Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Pola dan Bentuk-Bentuk Muka Bumi dengan Metode Out Door pada Siswa Kelas IX.A SMPN 8 Pujut Tahun Pelajaran 2020 /2021”. JUPE:Jurnal Pendidikan Mandala. Vol. 7. No. 1 Febuari 2022. 81-88
Purwanto. 2017. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Regitanurvikasari, 2022. Efektivitas Model Edutainment terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Gamping Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 11, Nomor 3, September 2022. 471-482
Sadiman, Arief S. dkk. 2018. Media Pendidikan, Pengertian Pengembangan Dan Pemanfaatannya. Depok: Rajagrapindo Persada
Septanto, Henri, Harya Bima Dirgantara. 2020.. Perancangan Media Pembelajaran Pengenalan Hewan Berbasis Animasi Multimedia Untuk Anak-Anak TK. Jurnal Komputer dan Informatika Vol 15 No 1, Januari 2020: hlm 99-109
Setiyawan, Hery. 2020. Pemanfaatan Media Audio Visual dan Media Gambar Pada Siswa Kelas V. Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol. 3 No. 2, Desember 2020 Hal. 198-203
Sri Yulani, Evita. 2020. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika. Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS) eISSN 2581 -253X Volume 4, No.2, Agustus 2020, pp: 294-301







0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar, hindari unsur SARA.
Terima kasih