File Lengkap, dan Berdonasi. Hub. 081327121707 (SMS Only) untuk konfirmasi lebih lanjut

Senin, 15 Oktober 2012

PTK ? nggak sulit kok........

Mau bimbingan online PTK/PTS ??kirim e-mail kasih komentar, tinggalkan alamat email.
Nih saya kasih contoh.....




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Ilmu  Pengetahuan  Alam  (IPA)  merupakan  mata  pelajaran  yang  berhubungan  dengan  cara  mencari  tahu  tentang  alam  secara  sistematis. Pengetahuan IPA menjadi penting dikuasai siswa karena dengan dikuasainya ilmu ini  secara  bermakna  oleh  seorang  siswa  akan  menjadikan  diri  siswa  menjadi pribadi  yang  survive karena  mampu  menyelesaikan  permasalahan  yang  ada  dan yang tak kalah penting adalah menjadikan seorang siswa dapat mengenal Tuhan-nya lebih baik.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam   mempunyai potensi besar untuk memainkan  peran  strategis  dalam  menyiapkan  sumber  daya  manusia  untuk menghadapi  era  industrialisasi  dan  globalisasi.  Potensi  ini  dapat  terwujud  jika pendidikan  IPA  mampu  melahirkan  siswa  yang  cakap  dalam  IPA  dan  berhasil menumbuhkan  kemampuan  berpikir  logis,  bersifat  kritis,  kreatif,  inisiatif  dan adaptif  terhadap  perubahan  dan  perkembangan.  Kualitas  sumber  daya  manusia seperti  ini  menjamin  keberhasilan  upaya  penguasaan  teknologi  untuk pembangunan di Indonesia.
Kenyataannya  pelajaran  IPA  masih  dianggap  menjadi suatu mata pelajaran yang sulit,  Ketidaktahuan peserta didik mengenai kegunaan IPA  dalam  praktik  sehari-hari  menjadi  penyebab  mereka  lekas  bosan  dan  tidak tertarik  pada  pelajaran  IPA,  disamping  pengajar  IPA  yang  mengajar  secara monoton dan hanya berpegang teguh pada diktat-diktat atau buku-buku paket saja.
Demikian  pula  yang  terjadi  di  sekolah  kami,  hasil tes pendahuluan menunjukkan hasil hanya 4 siswa (18,18%) dari 22 siswa dinyatakan tuntas belajarnya, sedangkan 18 orang siswa (81,82%) tidak tuntas belajarnya. Jumlah tersebut sangatlah besar, dan bisa simpulkan bahwa proses pembelajaran tidak berhasil. Hasil  refleksi menunjukkan bahwa pembelajaran  IPA di kelas IV SD Negeri Cibalung 04 masih dilakukan secara konvensional  (pembelajaran  berpusat  pada  guru)  dan  nilai  rata-rata  pada mata pelajaran IPA yang diperoleh adalah 56,82, hal ini menunjukan belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditentukan yaitu 65.
Upaya mengatasi  permasalahan  yang  terjadi,  diperlukan  suatu  upaya untuk  memperbaiki  kualitas  pembelajaran  agar  dapat  meningkatkan  pembelajaran  yang  lebih  menitikberatkan  pada  model  pembelajaran  yang  dapat memberikan  kesempatan  kepada  siswa  untuk  mengembangkan  dan Salah  satu  upaya  yang  diharapkan  dapat  memperbaiki  kualitas pembelajaran  IPA  di  kelas IV SD Negeri Cibalung 04  adalah  pembelajaran  dengan  menggunakan  Model  Sains  Teknologi  Masyarakat.
Alasan  digunakannya  model  ini  sebagai  upaya  memperbaiki  pembelajaran  IPA adalah  karena  model  ini  memberikan  pengalaman  yang  lebih  banyak  kepada siswa,  karena  siswa  sendiri  yang  mengkonstruksi  konsep  IPA  berdasarkan interaksinya dengan berbagai sumber yang ada. Selain itu model ini memberikan kesempatan  pada  siswa  untuk  dapat  berbuat  sesuatu  untuk  alam  sekitar  melalui pengajuan  solusi  dan    tindakan  yang  nyata.  sehingga  pembelajaran  IPA  melalui model Sains Teknologi Masyarakat akan menjadi lebih berarti dan bermakna bagi siswa.  Dengan  lebih  berarti  dan  bermakna  nya  pembelajaran  IPA,  diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA, sebab itu Model Sains Teknologi Mayarakat akan menjadi salah satu  model  pembelajaran    yang  bisa  dipertimbangkan,  dimana  dengan  model Sains  Teknologi  Masyarakat.  siswa  dituntut  untuk:  1)  Aktif  mencari  informasi untuk  menemukan  jawaban  permasalahan  2)  mengajukan  solusi,  dan   3)  mengambil tindakan.
Berdasarkan data tersebut di atas, maka peneliti meminta bantuan teman sejawat dan kepala sekolah untuk membantu mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu :
  1. Siswa kurang menguasai konsep tentang energi alternatif dan cara penggunaannya sehingga hasil belajar siswa rendah.
  2. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru
  3. Siswa tidak mencatat hal-hal penting kalau tidak disuruh
  4. Tidak ada media atau alat peraga yang mendukung materi pembelajaran.
  5. Siswa  tidak  mampu  mengaplikasikan  materi  yang  dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui refleksi diri, kaji literatur dan diskusi dengan supervisor dapat diketahui bahwa kemungkinan faktor penyebab timbulnya masalah di atas adalah :
1.      Pendekatan  pembelajaran yang digunakan guru tidak sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar
2.      Penggunaan alat peraga pembelajaran yang kurang bervariasi
3.      Guru tidak melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran dan penemuan informasi
4.      Guru kurang memotivasi siswa dalam pembelajaran
5.      Guru dalam menjelaskan materi terlalu cepat.
Melihat permasalahan pembelajaran yang ada, peneliti perlu melakukan upaya perbaikan karena jika hal tersebut dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan akan menjadi sumber utama penyebab turunnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu perlu diupayakan solusi alternatif dari persoalan tersebut dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya melalui pendekatan model sains teknologi masyarakat pada siswa kelas IV SDN Cibalung 04.

B.     Perumusan Masalah

Dari uraian sebagaimana latar belakang masalah di atas, maka dapat ditentukan perumusan masalahnya yaitu :
1.      Bagaimana meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model Sains Teknologi Masyarakat dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam materi berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya?
2.      Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Sains Teknologi Masyarakat dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam materi berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya?

C.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, dan agar memiliki arah yang jelas, maka ditetapkan tujuan dari perbaikan tersebut sebagai berikut :
1.      Untuk memperbaiki pembelajaran IPA materi berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya melalui pendekatan  model Sains Teknologi Masyarakat sehingga motivasi belajar siswa meningkat.
2.      Untuk memperbaiki pembelajaran IPA materi berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya melalui pendekatan  model Sains Teknologi Masyarakat sehingga hasil belajar siswa meningkat.

D.    Manfaat Penelitian

Diharapkan dengan penelitian tindakan kelas ini juga dapat memberikan manfaat bagi :
1.      Siswa
a.       Meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa.
b.      Memberi pengalaman belajar siswa dengan berbagai macam pendekatan.
c.       Meningkatkan minat serta pemahaman dalam pembelajaran IPA.
d.      Meningkatkan  dan  mengembangkan  kualitas  siswa  dalam pembelajaran IPA.
e.       Merangsang penemuan dan penyelidikan mandiri di dalam dan di luar kelas.
f.       Peka  terhadap  permasalahan-permasalahan  yang  terjadi  dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Bagi Guru
a.       Membantu dan memperlancar proses belajar siswa.
b.      Memberikan  dasar  ilmiah  bagi  guru  sekolah  gunamengembangkan  dan  melaksanakan  pembelajaran  yangberorientasi pada siswa.
c.       Sumbangan pemikiran dalam mengembangkan dan meningkatkanmutu serta kualitas pendidikan.
3.      Bagi Sekolah
a.       Memberikan  landasan  dan  argumentasi  bagi  kebijakan  yang  akan  diambil guna  meningkatkan  mutu  pendidikan  nasional  melalui  model dan metode pembelajaran yang tepat di sekolah.
b.      Meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa
c.       Mengembangkan mutu dan hasil belajarnya
d.      Mempunyai kesempatan untuk berkembang pesat