File Lengkap, dan Berdonasi. Hub. 081327121707 (SMS Only) untuk konfirmasi lebih lanjut

Jumat, 25 Januari 2013

PTK UT



BAB I

PENDAHULUAN


A.       Latar Belakang Masalah
Matematika  adalah  salah  satu  bidang  studi  yang  ada  pada  semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi. Bahkan matematika diajarkan di taman kanak-kanak secara informal. Belajar  matematika  merupakan  suatu  syarat  cukup  untuk  melanjutkan pendidikan  kejenjang  berikutnya.  Dengan  belajar  matematika,  kita akan  belajar  bernalar  secara  kritis,  kreatif,  dan  aktif.  Matematika  merupakan ide-ide  abstrak  yang  berisi  simbol-simbol,  maka  konsep-konsep  matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu.
Rendahnya  penguasaan  siswa  terhadap  materi  pecahan  sederhana dikarenakan  selama  ini  siswa  lebih  ditekankan  pada  metode  pembelajaran yang  bersifat  latihan  tanpa  memahami  konsep  materi  yang  diberikan.  Siswa lebih  ditekankan  untuk  dapat  menyelesaikan  soal  secara  prosedural  tanpa memahami konsep tersebut secara bermakna. Dalam  pembelajaran  matematika,  pembelajaran  cenderung  bersifat monoton, tanpa variasi kreatif. Apabila siswa ditanya ada saja alasan yang dikemukakan seperti: matematika sulit, tidak mampu menjawab, takut disuruh maju ke depan, dan sebagainya.  Pembelajaran  matematika  pada  umumnya  masih  dominan  menggunakan metode  ceramah  dan  penugasan  yang  terkesan  kaku  dan  dogmatis, sehingga kurang  memberikan  kesempatan  kepada  siswa  untuk  berinteraksi  dengan kehidupan nyata. Pembelajaran seperti ini berakibat negatif terhadap hasil belajar dan keaktifan belajar siswa.
Hal  ini  dapat  dilihat berdasarkan fakta di lapangan bahwa hanya 5 siswa (20%) saja dari 25 siswa kelas IV SD Negeri 2 Tlaga yang mencapai pengusaan materi di atas 70%, sehingga masih terdapat 20 atau 80% siswa yang belum tuntas belajar karena memperoleh nilai di bawah KKM sebesar 63, dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar secara klasikal sebesar 56,80 serta tingkat keaktifan siswa sebesar 48% atau hanya 12 siswa dari 25 siswa.
Permasalahan  di  atas,  perlu  segera  dicari  pemecahan  atau  solusinya  agar pelajaran matematika mudah dicerna dan disenangi oleh siswa, sehingga keaktifan belajar matematika dapat meningkat. Salah satu pemecahannya adalah mengubah cara  mengajar  dengan  menerapkan  pendekatan  pembelajaran  yang  tepat,  dalam hal  ini  pendekatan  pembelajaran  yang  dianggap  tepat  adalah  pendekatan pembelajaran  realistik.  Pembelajaran  matematika  realistik  adalah  sebuah pendekatan  pembelajaran  matematika  dengan  melibatkan  para  siswa  mendekati kenyataan  dalam  kehidupan  sehari-hari  dan  mengaplikasikannya dalam  dunia nyata.
Dengan  demikian  pendekatan  matematika  realistik  diharapkan  mampu meningkatkan  keaktifan  dan  hasil  belajar  matematika  tentang  penjumlahan  dan pengurangan pecahan  di kelas IV SD Negeri 2 Tlaga. Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi  terindentifikasi beberapa masalah yang mempengaruhi rendahnya keaktifan dan hasil pembelajaran matematika materi pokok penjumlahan dan pengurangan pecahan antara lain :
1.      Keterbatasan kemampuan berfikir siswa
2.      Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran masih sangat kurang
3.      Ketidakberanian siswa dalam menanyakan materi pelajaran yang belum jelas atau belum dikuasai.
4.      Situasi pembelajaran yang kurang menarik dan menyenangkan sehingga terkesan kaku.
5.      Pengaruh bahasa di lingkungan keluarga yang kuat.
6.      Kurang efektifnya jam pembelajaran.
7.      Kurangnya kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang disajikan oleh guru.
Berdasarkan identifikasi pada masalah pembelajaran matematika tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan maka ada beberapa pertanyaan yang merefleksi diri (peneliti) tentang masalah tersebut.  Melalui diskusi dan  kajian literatur dan refleksi diri ditemukan permasalahan penyebab rendahnya penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan antara lain :
  1. Ketidakmampuan  guru  memperhatikan perbedaan kemampuan siswa.
  2. Guru belum melibatkan siswa  secara aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar
  3. Penyampaian materi pembelajaran oleh guru kurang mengena pada peserta didik
Melihat kondisi awal sebagaimana tersebut di atas, maka peneliti berusaha untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian keaktifan dan hasil belajar siswa dapat tercapai dengan melaksanakan perbaikan pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan pecahan.  Dari hal di atas peneliti ingin melaksanakan penelitian tindakan kelas mata pelajaran matematika materi pokok penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan menggunakan model pembelajaran matematika realistis  siswa kelas IV SD Negeri 2 Tlaga UPK.


B.  Perumusan Masalah
1.    Apakah penggunaan metode pembelajaran matematika realistis dalam pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan pecahan dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri 2 Tlaga?
2.    Apakah penggunaan metode pembelajaran matematika realistis dalam pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan pecahan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Tlaga?

C.    Tujuan Penelitian
Sementara itu, tujuan penelitian perbaikan pembelajaran ini untuk kepentingan hal-hal sebagai berikut.
1.    Untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri 2 Tlaga dalam pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan pecahan setelah menggunakan metode pendekatan matematika realistis.
2.    Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar  siswa kelas IV SD Negeri 2 Tlaga dalam pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan pecahan setelah menggunakan metode pendekatan matematika realistis.

D.    Manfaat Penelitian
Diharapkan pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada pembelajaran  matematika materi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penerapan metode pendekatan matematika realistis akan memberikan  manfaat  bagi berbagai pihak, sebagai berikut.
1.    Manfaat Teoritis
Dengan  adanya  penelitian  ini  diharapkan  dapat  memberikan informasi  dalam  dunia  pendidikan,  khususnya  lembaga  pendidikan formal,  agar  sekolah  dapat  menyelenggarakan  pendidikan  yang berkualitas,  sesuai  dengan  potensi  yang  dimiliki  siswa.  Selain  itu,  dapat memperkaya  khasanah  ilmu  pengetahuan  di  Indonesia  sehingga  dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
2.    Manfaat Praktis
a.    Siswa
Pendekatan realistik diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk  mengubah  pola  pikir  dalam  mengikuti  pembelajaran  matematika  dan  siswa mampu  mengemukakan  pendapatnya  dalam  mencari  dan  menemukan  alternatif penyelesaian  masalah  dalam  pembelajaran  matematika,  sehingga  siswa  mampu meningkatkan keaktifan belajarnya dengan optimal.
b.    Guru
Bagi guru hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan mutu  pembelajaran  khususnya  matematika,  dan  dalam  pengembangan  pendekatan realistik pada mata pelajaran matematika.

c.    Sekolah
1)   Sekolah dapat memberikan perhatian agar penyelenggaraan pembelajaran Matematika lebih baik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran Matematika seoptimal mungkin.
2)   Membantu sekolah dalam mengembangkan prestasi akademiknya dan meningkatkan mutu lulusan terutama mata pelajaran Matematika.

file lengkap silahkan kirim email ke fikrierizaldy@gmail.com
hanya untuk referensi bukan untuk digandakan secara utuh. SEMOGA  BERMANFAAT !