File Lengkap, dan Berdonasi. Hub. 081327121707 (SMS Only) untuk konfirmasi lebih lanjut

Rabu, 10 Juli 2013

OPTIMALISASI PEMANFAATAN MEDIA PLASTISIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK ANAK SHOLEH .................... TAHUN PELAJARAN 2011/2012



OPTIMALISASI PEMANFAATAN MEDIA PLASTISIN

UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK ANAK SHOLEH ....................

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Perkembangan Motorik adalah perkembangan dari unsur pengembangan dan pengendalian gerak tubuh. Perkembangan motorik berkembang dengan kematangan syarat dan otot. Perkembangan motorik pada anak meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Widodo (2008) perkembangan motorik adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus yang berkoordinasi dengan otak dalam melakukan sesuatu kegiatan. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal. Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Lewat bermain terjadi stimulasi pertumbuhan otot-ototnya ketika anak melompat, melempar, atau berlari. Selain itu anak bermain dengan menggunakan seluruh emosi, perasaan, dan pikiranya.
Pendidikan di Taman kanak – kanak (TK) dilaksanakan dengan prinsip “Bermain sambil belajar, atau belajar seraya bermain”. Sesuai dengan perkembangan, oleh sebab itu diharapkan seorang pendidik yang kreatif dan inovatif agar anak bisa merasa senang, tenang, aman dan nyaman selama dalam proses belajar mengajar.
Dalam standar kompetensi kurikulum TK tercantum bahwa tujuan pendidikan Di Taman Kanak-Kanak adalah membantu mengembangkan berbagai potensi anak baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai – nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian, dan seni untuk memasuki pendidikan dasar.
Berdasarkan observasi di Kelompok B TK Anak Soleh .................... anak-anak menunjukkan keterlambatan dalam keterampilan motorik halusnya dalam menganyam, yang ditandai dengan kurangnya keterampilan siswa dalam pengembangan kreativitas menggunakan media kertas dalam pembelajaran. Aktivitas anak dalam keterampilan menggerakan motorik halus dalam perkembangan menganyam dari kreativitas anak masih belum terampil dengan ketidakmaksimalan ini penyebabnya adalah pengelolaan kelas, yaitu penggunaan metode dalam menumbuhkembangkan kreativitas anak dalam meningkatkan ketrampilan motorik halusnya. Pendidikan di TK dalam pelaksanaan pembelajaran guru harus mempunyai kemampuan menyesuaikan metode sesuai dengan karakteristik tujuan anak yang diberi pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan pada observasi awal di mana hanya ada 4 siswa atau 21% yang dinyatakan memiliki kemampuan motorik yang baik, sedangkan 15 siswa atau 79% kemampuan motorik halusnya belum maksimal sesuai dengan harapan.
Untuk pengembangan kemampuan dasar anak dilihat dari kemampuan fisik/motoriknya maka guru-guru Kelompok B TK Anak Soleh .................... akan membantu meningkatkan keterampilan fisik/motorik anak dalam hal memperkenalkan dan melatih gerakan motorik kasar dan halus anak, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapatt menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat sehat dan terampil.
Sedangkan kompetensi dasar motorik anak TK yang diharapkan dapat dikembangkan guru saat anak memasuki lembaga prasekolah/TK adalah anak mampu ; melakukan aktivitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dan persiapan untuk menulis, keseimbangan, kelincahan, dan melatih keberanian. Mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan dan imajinasi dan menggunakan berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni. Untuk mengembangkan kemampuan motorik anak TK, guru dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran.
Pemilihan untuk menggunakan media plastisin ini karena banyaknya kelebihan yang mendukung peningkatan kemampuan motorik halus. Kelebihan itu antara lain: a) penggunaan media plastisin mudah dan menarik sehingga membuat anak tidak mudah bosan dalam bermain b) mengajarkan anak untuk dapat memanfaatkan media plastisin untuk menciptakan suatu hasil karya / kerajinan c) bahan dasar yang digunakan merupakan media atau bahan mudah didapat d) terjangkau oleh semua lapisan masyarakat karena biaya yang murah e) latihan keterampilan menggunakan media plastisin melatih gerakan tangan maka anak akan terlatih motorik halusnya f) pemilihan warna plastisin ini dapat menarik perhatian anak.
Karakteristik mengembangkan kemampuan motorik anak di Kelompok B TK Anak Soleh ...................., melatih gerakan – gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat. Lebih lanjut dalam menentukan metode untuk mengembangkan keterampilan motorik anak, guru memperhatikan tempat kegiatan, apakah di dalam ataukah di luar kelas, keterampilan apa yang hendak dikembangkan melalui berbagai kegiatan, serta tema dan pola yang dipilih dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya untuk pengembangan motorik halus anak yang bertujuan agar anak dapat berlatih menggerakkan pergelangan tangan dengan menggambar dan mewarnai atau menggunting dan menempel maka guru dapat memilih kegiatan yang dilakukan di dalam kelas. Namun, guru perlu menyediakan semua peralatan yang diperlukan setiap anak, seperti kertas, gunting pensil warna atau buku – buku untuk pola yang akan digunting anak, jumlah peralatan dan bahan diharapkan sesuai dengan jumlah anak sehingga setiap anak dapat berlatih sendiri – sendiri.
Metode yang dipergunakan adalah metode kegiatan yang dapat memacu semua kegiatan motorik yang perlu dikembangkan anak seperti untuk kegaitan motorik halus anak dapat diberikan aktivitas menggambar, melipat, membentuk, meronce dan sebagainya. Tujuan kegiatan adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B TK Anak Soleh .................... dengan menganyam.
Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan kreatifitas guru agar siswa dapat mengikuti dan mengerjakan sendiri tugas-tugas pembelajaran sesuai materi yang diberikan guru. Penulis mencoba mengatasi masalah yang ada dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Optimalisasi pemanfaatan media plastisin  untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak di kelompok B TK Anak Sholeh .................... Tahun Pelajaran 2011/2012”.
B. Indentifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diperoleh identifikasi masalah sebagai berikut :
1.   Keterampilan motorik halus anak disik masih belum mencapai optimal.
2.   Kreativitas siswa dalam proses pembelajaran masih kurang khususnya dalam menggunakan media plastisin sebagai upaya peningkatan keterampilan motorik halus.
3.   Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru belum bervariasi. Guru sering menggunakan pembelajaran yang bersifat konvensional yaitu pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa masih bersifat pasif dalam proses pembelajaran.
C.  Pembatasan Masalah
Dalam mengatasi permasalahan yang akan dibahas pada penelitian tidak terlalu kompleks, maka peneliti memberi batasan-batasan permasalahan. Pembatasan masalah ini bertujuan agar penelitian yang akan dilakukan dapat tercapai pada sasaran dan tujuan yang baik.  Adapun pembatasan masalah pada penelitian ini adalah :
1. Masalah yang diteliti hanya terbatas pada peningkatan keterampilan motorik halus dengan pemanfaatan media plastisin.
2.   Upaya peningkatan keterampilan motorik halus hanya pada siswa kelompok B  TK Anak Soleh .....................
3.   Peningkatan keterampilan motorik halus difokuskan keterampilan membentuk berbagai macam benda dengan media plastisin.
D.  Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas dapat diajukan perumusan masalah penelitian ini yaitu “Bagaimana meningkatkan keterampilan motorik halus anak dengan mengoptimilasasi penggunaan media plastisin  di kelompok B Taman Kanak-kanak Anak Soleh .................... ?”

E.  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui optimalisasi penggunaan media plastisin di Kelompok B TK Anak Soleh .....................
F.   Manfaat Penelitian
1.   Manfaat Teoritis
Mengetahui efektifitas penggunaan media plastisin untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak di kelompok B TK Anak Sholeh .................... Tahun Pelajaran 2011/2012.
2.   Manfaat Praktis
a.   Bagi Anak, mempermudah pemahaman dan perkembangan keterampilan motorik halus dengan penggunaan media plastisin.
b.   Bagi Guru, menciptakan pelaksanaan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
c.   Bagi sekolah, dapat dijadikan sebagai rujukan dan pertimbangan dalam pengembangan kualitas belajar.
d.   Bagi penulis, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sebuah rujukan yang lebih kongkrit apabila nantinya berkecimpung dalam dunia pendidikan, khususnya pengembangan kurikulum bagi pendidikan anak usia dini.
e.   Bagi pembaca umumnya, dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan mengenai materi dan metode dalam pembelajaran bagi pendidikan anak usia dini.

File lengkap bab 1-5 + SKH + Lampiran silahkan hub. 081327121707
semoga bermanfaat !